Top rahmat hidayat News
Noozly, Social News since 2009
Login Set up email alerts for "rahmat hidayat"
Top Searches
Movies
Sports
Video Games
Bands
Search

Top rahmat hidayat News


rahmathidayat.com could be available! Click to Check









Jati Diri Muallaf
Posted: Apr 24, 2014 (03:53:28 AM)

KESAKSIAN MANTAN
PENDETA

Ust.Bernard Nababan
ust. syamsul arifin nababan
Ust.Anton medan
Ust.MATIUS Rahmat Hidayat

suara keras terlantang dari
ustad mantan misionaris /
pendeta, dengan berani ia
membocorkan isi rahasia
umat Kristen!...

ASALAMUALAIKUM.WR.WB
??.. MM saya mantan misionaris, sekolah
teologi saya di tujuh Negara!
Yang pertama.
. Di STT (SEKOLAH TINGGI TEOLOGI) di
Beijing
. Di belanda
. Di Patikan
. Di jerman
. Di australi
. Ke 6 di Philisela
. Di korea
Biar orang Kristen mendengarnya. Dan selama
6 bulan saya dididik di amerika di yang
tempatnya di Poskon untuk mengikuti strategi
MISIONARIS.

SEBULAN setelah pulang ke
INDONESIA saya bergabung dengan dewan
gereja Indonesia dengan tugas UNTUK
MENGHANCURKAN ISLAM ATAU UNTUK
MENGKRISNISASIKAN INDONESIA.

Ini salah satu kebajikan atau kejahatan umat
Kristen. Tolong ibu dan bapak dengarkan
dengan jelas disini dengan kuping lebar.

Sok jangan pada takut, sok tidak papa mereka
(Kristen) mendengarkan ini dengan jelas kalau
bisi kasih 15 sepeker dan tihangnya supaya
mereka sudah tau kebajikanya.

Sok gak papa
masalah di tangkep tangkap saja saya, sok
saya gak bakal mundur (takut karena
berdakwah terang terangan menggunakan
speaker) satu senti atau satu jengkalpun jika
mereka menyerang ksini demi allah saya tidak
akan mundur.

Islam yang pertama harus hancur adalah islam
di pulau jawa karna di pulau jawa adalah pulau
berbasis islam atau pulau berpenduduk paling
banyak islam, dan salah satunya atau yang
menjadi targed utama umat kristiani dan
yahudi adalah JAWA BARAT, Karna di
provinsi itu provinsi berbasis islam dan paling
banyak pesantren. Kenapa demikian?..... karna
orang sunda paling susah di ajak untuk
menyembah tuhan yang nyangkut di TIHANG
PAMOYAN(tiang jemuran). Dan juga tuhan
yang suka tampil porno.

Dengarkan ibu dan bapak ini adalah misinya
kebajikan dan kejahatan KRISTEN. Islam
harus hancur yaitu dengan campuran makanan
90% makanan orang kafir atau kristiani atau
yahudi campuran makananya harus bercampur
dengan MINYAK BABI DAN SUMSUM BABI
DAN SETENGAHNYA RACUN.

Para ibu dan
bapak orang Kristen kaya karena gajinya
besar. Dan mereka 80% mempunyai perusahaan
makanan. Dan makanan itu tercampur MINYAK
BABI atau SUMSUM BABI ATAU RACUN. Itu
strategi ke satu orang nasrani untuk
menghancurkan islam. Saya ngomong gini bukan
bercanda!... tapi saya berpengalaman WAKTU
SAYA DULU MASIH JADI MUSUH ISLAM/
KAFIR/NASRANI dan waktu saya masih
mengikuti strategi hacurkan islam itu dulupun
saya punya perusahaan MAKANAN di
BELANDA dan memang saya jujur
mecampurkan daging,sumsum dan minyak babi
ke dalam makanan tersebut, SUMPAH DEMI
ALLAH kalaupun makanan orang kafir tidak
ada MINYAK BABINYA saya berani ditembak
disini atas kasus tuduhan, saya bukan
menuduh!... namun ini fakta orang kafir di dunia
ini!....

strateg ke dua islam kalaupun sudah
goyang atau rapuh orang Kristen akan
mengambil tindak kekerasan ataupun mutilasi,
mana buktinya?... jelas ada, saya punya 2 orang
jendral yang dulu mengancurkan islam pristiwa
tanjung priuk yang namanya SIMURDANI si
jendral goblog, buktinya tragedy PRIUK 1984
dahulu ( sambil menangis karena megingatya
banyak orang tak berdosa di tembak dan
digilas di jalan) berapa ratus umat islam di
bantai di tanjung priuk,berapa puluh masjid
masjid yang di masukan kotoran kotoran
manusia beserta air selokan oleh abri goblog
yang Kristen, apakah kita orang islam tidak
sakit melihatnya?... Ini peristiwa tahun 1984
waktu saya ikut misionari ikut kafir
menghancurkan islam di tanjung.
Saya dulu waktu masuk islam, saya di beri
hukuman siksa dulu!.. di pecut, di tembak, di
pukuli, sampai 13 tulag rusuk saya potong!..

kenapa saya dihukum?... lantaran terus terang
dulu sayya salah dan sangat berdosa karena
mengikuti misilioner menghancurkan islam!....
?????????SAYA MASUK ISLAM KARNA AL
KITAB YANG SUCI AL-QURAN, SAYA
PENDETA DULU SAYA BINGUNG DENGAN
ALKITAB INJIL UMAT KRISTEN, BINGUNG
KENAPA?... karna di kitab Kristen alias injil
tidak ada seruan dari tuhan atau tidak ada
teks pernyataan dari TUHAN, kenapa al kitab
tidak ada teks dari tuhan?...

seharusnya ada
karena al-kitab adalah bukti Tuhan di
agamanya ada dan bukti kesucianya, malah di
injil yang ada teks seruan DARI SI
PAULUS!......?????

Nauzubillah..

Historical
Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Subhanallah, Allahuakbar .. Allahuakbar perlu dihayati dengan hati terbuka semoga dilimpahi rahmat serta hidayat dari yang maha esa. Subhanallah....
ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!!

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) Ternyata Perselingkuhan Cewek Lebih Berbahaya !!

Gak Baca Nyesel...

"Jika ada yang menyebut kata "selingkuh", biasanya yang pertama terlintas di pikiran kita adalah seorang playboy atau sesosok pria yang sering menyakiti hati wanita. Selingkuh seolah-olah identik dengan perilaku dan kebiasaan lelaki. Padahal kenyataannya tak begitu.

"Wanita berselingkuh jika hubungannya bermasalah Sebagian besar pria berselingkuh karena tak dapat menahan nafsu. Bisa saja hubungannya dengan istri/ kekasihnya sebetulnya tak bermasalah. Ia hanya semata tergoda oleh wanita lain atau dihadapkan pada kesempatan untuk berselingkuh yang tak dapat ia tolak.

"Wanita justru sebaliknya. Jika hubungannya asmaranya baik- baik saja, ia biasanya tak akan berselingkuh. Alasan utama wanita berselingkuh adalah karena ia sebetulnya tak bahagia dengan hubungannya. Alasannya bisa karena kesepian, seks yang tak memuaskan, atau kebutuhan emosi yang tak terpenuhi. Intinya ada sesuatu yang tak bisa dipenuhi oleh suami atau pasangannya itu.

● Pesan untuk pria: Carilah wanita yang benar" punya iman. Yang benar" punya Agama.

● Pesan untuk wanita: Jadilah wanita yang sempurna dimata agama.. Walau bagaimanapun, wanita itu lebih mulya dibanding pria.

● Semoga yang Like dan Bagikan dapat jodoh yang setia, Aamiin...

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) Dunia Fana shared "JOJOBA" ((( Jomblo-Jomblo Bahagia )))'s photo.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Orang BN jangan riak..... bersyukur semua semua di atas kemenangan yang Allah bagi, alhamdulillah... PM kita tak riak pun, beliau tenang sahaja.. Tahniah semua.. ..tahniah kepada kerajaan-kerajaan baru yang akan dibentuk..tahniah BN kerana kekal kuasa pusat..tahniah PR kerana menang popular vote..mari berusaha membangunkan Malaysia untuk post PRU13..

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Maaf....Iam sorry and forgive me...

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
ini lagi apa kah ini?jawab baju biru spr buncit la kau makan rasuah... This video was taken at 3.50pm by 1 of the citizen at Sungai siput (u), perak. Sungai buloh football field. A helicopter was seen with a MCA logo dropped 2 packages and SPR believed to contain ballot boxes in them.


Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Anis Matta Sang Mu’asshil dan Mutathwir






Anis Matta Sang Mu’asshil dan Mutathwir



Oleh Mangaraja Halongonan Hrp*



Tulisan ini merupakan telaah terhadap tantangan dan hambatan yang dialami oleh fase-fase dakwah yang hendak berkembang. Islam setelah diteriakkan dan bendera dikibarkan tidak pernah henti-hentinya untuk dihina dan dicaci maki oleh musuh-musuhnya. Sebab itu penulis ingin bersama-sama pembaca menilik perjalanan dakwah melalui tulisan ini.

Penulis mengatakan adalah orang yang masih lemah pemahamannya terhadap dakwah ini, karena dalam tulisan ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Namun saya hanya ingin mengetahui dan ingin belajar dan berbagi terhadap antum tentang tajribiyah (pengalaman) dakwah dari masa ke masa. Yaitu tentang Visi dan Misi Dakwah Islamiyah ketika Rasulullash wafat. Penulis ingin menyampaikan kisah tentang Dakwah Khalifaurrasyidin (Abu Bakr dan Umar Bin Khattab), Kisah Dakwah Ikhwanul Muslimin (Hasan Al-Banna dan para sahabatnya) dan Kisah Dakwah Tarbiyah Hizbul Adalah Wassalamah (PKS di Indonesia).


A. Abu Bakr sang Mu’ashil (pemelihara orisinalitas dakwah) dan Umar Bin Khattab sang Mutathwir (pengembang dakwah)



Dua sahabat yang sangat mulia yaitu Abu Bakar Siddiq dan Umar Bin Khattab. Sahabat rasulullah yang beliau sebutkan dalam haditsnya “Seandainya Pahala 2 sahabatku ini (Abu Bakr dan Umar) ditimbang dengan pahala umatku sedunia niscaya tidak akan mampu untuk menandinginya”.

Ketika rasulullah dijemput sang khaliq untuk kembali kepangkuannya, umat islam merasakan kegoncangan, sedih, kecewa, putus asa antara percaya dan tidak percaya terhadap kondisi yang telah menimpa mereka. Para sahabat rasulullah ada yang sudah mulai berkelompok-kelompok sehingga antar satu kelompok dengan kelompok yang lain mulai berbeda atau tidak saling percaya. Namun diantara mereka masih ada beberapa sahabat yang pemahaman dakwahnya masih ta’shil (orisinal), sehingga mereka dengan giatnya untuk menyatukan umat islam kembali sebelum rasulullah dimakamkan, yaitu Sahabat Abu Bakar Assiddiq, Umar Bin Khattab dan Abu Ubaidah Aljarrah.

Singkatnya, terpilihlah sahabat Abu Bakar menjadi Khalifah pertama setelah rasulullah wafat. Kejadian ini sangat terasa sedih dan terpukul sekali bagi umat islam, dimana mereka kehilangan sosok rasul (teladan) bagi mereka, karena kejadian yang menimpa ini ada diantara para sahabat yang tidak mau lagi seutuhnya menjalankan syariat islam, ada yang tidak patuh pada khalifah terpilih, lalu diantara mereka ada yang membangkang. Apa yang terjadi seandainya permasalahan ini terus berlanjut, dibiarkan begitu saja sehingga dakwah mulai hilang, dan yang terjadi hanyalah peperangan antar umat islam. Sang khalifah Abu Bakar As-Siddiq tidak tinggal diam, dengan tegas beliau mengatakan kepada sahabatnya Umar Bin Khattab, perangi mereka yang tidak mau membayar zakat, hancurkan mereka yang mengaku sebagai nabi apalagi yang tidak patuh pada pemimpin. Sahabat Umar Bin Khattab terkejut mendengar perintah khalifah, lalu ia bertanya, “wahai khalifah, mereka itu adalah saudara kita, lantas kenapa mereka harus kita bunuh. Bukankah itu menyalahi aturan? Khalifah menjawab, “wahai Umar Bin Khattab, dimanakah keberanianmu yang dulu itu. Jikalau engkau tidak mau untuk memerangi mereka, hari ini selagi aku masih bisa menggenggam pedang ini dan menunggangi kuda maka aku sendiri yang akan turun untuk memerangi mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dalam umat islam.” Sang khalifah yang begitu lembut, bisa menjadi tegas dan bijaksana, yang akhirnya umat islam kembali bersatu. Intinya perjuangan sahabat Abu Bakar adalah memperjuangkan tentang Ta’shil Dakwah (Orisinalitas Dakwah), keaslian dakwah. Sehingga umat islam itu tidak boleh bercerai berai, harus bersatu dalam menjalankan syariat islam permukaan bumi ini. Adapun masa kerja Khalifah Abu Bakar As Siddiq adalah 2 tahun 3 bulan dan semua program kerjanya yaitu memelihara orisinalitas dakwah berjalan dengan baik dan sempurna, dan pada saat ini umat islam telah menjadi wahdatul islamiyah (islam yang satu) dan ini ditandai dengan kebangkitan umat islam.

Lalu bagaimana dengan Khalifah Umar Bin Khattab? Setelah masa kerja khalifah umar bin khattab berjalan dengan sempurna, kepemimpinan Umar Bin Khattab ditandai dengan Masa Tathwir (pengembangan). Khalifah melanjutkan perjuangan yang dilakukan oleh rasulullah yaitu menyebarkan islam keberbagai penjuru sehingga islam bertumbuh dan berkembang dengan pesat, sampai mesjid al-aqsha direbut kembali umat islam setelah beribu tahun lamanya dikuasai oleh orang-orang yahudi. Dan perjuangan untuk merebut al-aqsha (alquds/tempat suci bagi umat islam) itu diraih dengan mudah tanpa peperangan sedikitpun, hanya melalui lobi dan negosiasi sehingga umar bin khattab dikagumi oleh orang-orang yahudi dan nasrani. Masa kerja Umar Bin Khattab selama menjadi khalifah 10 tahun dan puncak kejayaan islam terjadi pada masa Umar Bin Khattab, perjuangan beliau tidak lepas dari perjuangan yang telah didahului oleh khalifah abu bakar as-siddiq menuju wahdatul islamiyah.

Bila kita mencermati kepemimpinan khalifah Abu Bakr As-siddiq radhiyallahu’anhu mencerminkan visi ta’shil (pemeliharaan orisinalitas), sedangkan kepemimpinan Khalifah Umar Radhiyallahu’anhu mencerminkan visi tathwir (pengembangan). Ta’shil dan Tathwir adalah sebuah wacana tentang Visi dan Misi Dakwah Islamiyah. Dan kejadian tersebut selalu berlaku setiap zamannya, dan disetiap zaman itu pasti ada yang memecahkan masalahnya.

B. Ikhawanul Muslimin (Hasan al-Hudaibi, Hamid Abun Nasr, Mustafa Masyhur, Sayyid Qutub dan Muhammad Qutub Sang Mu’ashil “pemelihara orisinalitas” dan Umar Tilmisani, Yusuf Qardhawi, Muhammad Al-Ghazali Sang Mutathwir “pengembang”)

Mari kita menilik kembali bagaimana peliknya gambaran dakwah Ikhwanul Muslimin yang pendirinya ialah Hasan Al-Banna. Pada suatu hari, saat penjara-penjara Mesir benar-benar berubah menjadi madzhabah (pejagalan) dalam arti harfiyah, seorang opsir membawa Mushtafa Masyhur muda bersama seoranga anggota usrahnya yang tak hilang-hilang gemetar dan kengeriannya melihat penyiksaan yang diluar batas khayalan manusia. Ya Naqib (pimpinan grup), bagaimana nasib kita bila mereka lemparkan kita ke sarang srigala lapar atau lubang busuk tanpa kehidupan? Dengan mantap Mushtafa Masyhur menjawab: “Mereka dapat membuang kita ketempat manapun yang kita takuti, namun ketahuilah mereka takkan mampu membuang kita ketempat yang tak ada Allah.”

Kondisi para kader ikhwanul muslimin sangat mengkhawatirkan, karena pemimpinnya (Hasan Albanna) telah meninggal dibunuh, kemudian api fitnah disemburkan, tuduhan terhadap jamaah ini digencarkan sehingga para kadernya ikhwanul muslimin ada yang bertahan dan ada yang keluar dari jama’ah. Namun Hasan Al-Hudaibi, sebagai pemimpinnya tetap memberikan semangat kepada para kadernya, melakukan kunjungan, pro-aktif dalam menyatukan umat islam, sehingga jamaah ikhwanul tetap berlanjut. Masa kepemimpinan beliau bermacam fitnah digencarkan kepada jamaahnya, jamaah ini diprovokasi terhadap jamaah islam lainnya, sehingga jamaah yang lain berbondong-bondong untuk mencaci maki jamaah ikhwanul muslimin. Karena provokasi tersebut banyak para kader yang tidak tahan dan ingin melakukan perlawanan kepada jamaah yang memfitnah ikhwanul muslimin, namun sang mursyid ‘am Hasan al-Hudaibi dengan tegas mengingatkan para kadernya Nahnu Duatun la Qudlah (Kami Dai, bukan Hakim). Setelah beliau Hamid Abun Nasr dan Syaikh Mushtafa Masyhur yang melanjutkan kepemimpinan ikhwanul muslimin. Namun kita lebih menarik untuk menceritakan kepemimpinan masa Syaikh Mustafa Masyhur, sebab rujukan tulisan ini adalah Fiqh Dakwah Jilid I.

Pada kepemimpinan beliau lagi-lagi Ikhwanul Muslimin kembali diuji tentang orisinalitas dakwahnya, yaitu tuduhan tentang ashalah dakwah dan modal untuk berdakwah. Tuduhan itu digencarkan oleh orang-orang yang benci terhadap gerakan ikhwanul muslimin, sangkin gencarnya tuduhan itu terbit disalah satu koran/media di Mesir yang bertajuk “Apakah Ikhwan dan para pemimpinnya hari ini telah menyimpang dari jalan yang ditempuh Assyahid Hasal Al-Banna rahimahullah)?” Mushtafa Masyhur menjawab: Nampaknya wallahu ‘alam ada kalangan yang karena tujuan-tujuan pribadi ingin menebarkan keraguan terhadap jamaah secara keseluruhan dan malu untuk terus terang menaburkan keraguan terhadap perjalanan Hasan Al-Banna agar tak nampak niatnya. Maka mereka katakan ikhwan hari ini telah menyimpang dari garis perjuangan Hasal Al-Banna. Dengan jawaban yang singkat dan padat ini gugurlah tuduhan untuk menjatuhkan ikhwanul muslimin dan pengikutnya. Kemudian tentang kemandirian modal, banyak kalangan yang benci dan ragu terhadap gerakan ikhwanul muslimin. Mereka meragukan kemandirian modal yang dimiliki ikhwanul muslimin, dari keraguan mereka diantaranya mengatakan, “Dari mana ikhwan membiayai dakwah ini. Suatu anggaran yang sangat besar yang orang-orang kaya saja tak mampu menanggungnya, terlebih orang-orang miskin? Syaikh Mushtafa Masyhur dengan tegas membuat tajuk Harta Bersumber Dari Kantung Para Dai saja. Inilah yang kemudian menjadi jargon dakwah yang sangat populer Shunduquna Juyubhuna (Brankas kita adalah kantung kita sendiri). dan ini pula yang ditulis oleh mursyid dan murabbinya sebelum ia tulis risalah pergerakan ikhwanul muslimin.

Mereka kita sebut sebagai ta’shil dakwah (pemelihara orisinalitas dakwah), sebab karena langkah, kebijakan dan keistiqamahan mereka bersama dakwah membuat dakwah tersebut terus berlanjut hingga berkembang yang dilanjutkan oleh para generasinya.

Selanjutnya para tathwir (pengembang dakwah), yaitu Umar Tilmisani, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Al-Ghazali. Mereka bergeliat berdakwah ke negara lain untuk menyebarkan murni ajaran islam keberbagai belahan saudi arabia. Seandainya mereka tetap bertahan di Mesir, maka dakwah akan mengalami stagnan atau tetap dan tidak akan berkembang. Dan mereka juga akan mengalami penyiksaan dari penguasa mesir dan penjajah inggris, sehingga dakwah wahdatul islamiyah akan terhenti sampai di Mesir. Namun dengan ijtihad syaikh Yusuf Qardhawi dan Muhammad Al-Ghazali yang luar biasa yaitu menyebarkan ajaran islam ke negara lain, akhirnya dakwah terus bertumbuh dan berkembang. Kelompok-kelompok ikhwanul muslimin semakin banyak bertumbuh dan berkembang di luar negara mesir. Mereka ini kita sebut sebagai tathwir (pengembang dakwah)

C. PK dan PKS di Indonesia (Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring “Sang Mu’ashil”, Luthfi Hasan Ishak dan Muhammad Anis Matta “Sang Tathwir”)

Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak masyarakat karena pendiri-pendiri partai, pemimpin-pemimpinnya dan kader-kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid.

Pada tahun 2003 Partai Keadilan berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur.

Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya.

Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus berlanjut dan berkembang hingga saat ini.

Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.

Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS.

Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging.

Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah.

Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini.

Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. []


Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi (Sang Dhaif)


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/03/anis-matta-sang-tashil-dan-sang-tathwir-557147.html anis matta sang mu’asshil dan mutathwir Tulisan ini merupakan telaah terhadap tantangan dan hambatan yang dialami oleh fase-fase dakwah yang hendak berkembang. Islam setelah diteriakkan dan bendera dikibarkan tidak pernah henti-hentinya

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
only you..
eka rahmat hidayat...
hihihihi8)

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Mengapa PKS Selalu Dibully..??

Oleh : Iqrok Wahyu Perdana

Islamedia - PKS sering di bully media. tadi saya melihat Indosiar liputan banjir. kamera bergerak slow ke kanan. hingga kemudian dari arah kanan muncul relawan berbaju PKS. Kamera langsung dibalikkan lagi ke kiri. Sehingga sosok relawan tak lagi tershooting. Mengapa?


Pks sering di bully media, bukan kali ini saja. Demo besar2an yang melibatkan puluhan ribu kader dibilang cuma ratusan. Yusuf Supendi yang di-blow up media, padahal tuntutan beliau di pengadilan dibatalkan oleh hakim. Laporan tidak valid. Tapi citra PKS sudah terlanjur dihakimi media, digebuki massa pula. Semua berita positif dari PKS hampir tak pernah disentuh media, Namun bila ada satu cacat saja langsung dicecar wartawan. Mengapa?


Sudah sampai di situ saja? belum...


Kaum liberal dan sekuler menjadi musuh utama PKS. Sebut saja JIL, yang digawangi Ulil AA (tak kuasa saya menyebut nama lengkapnya, karena terlalu bagus untuk makhluk sebodoh dia) dan moqsid Gazali. Coba lihat timeline twitter mereka. Pasti anda akan menemukan komentar nyinyir tentang PKS. Wajar sih karena mereka memperjuangkan sekulerisme, dan sangat anti jika agama masuk mewarnai parlemen dan pemerintahan.


Namun, bukankah PKS melalui kader2nya sudah membuktikan bahwa warna islam dalam pemerintahan tidak akan mencederai semangat demokrasi. Tidak akan pula mengurangi loyalitas terhadap negara kesatuan republik indonesia. Bahkan kader2 PKS di pemerintahan dikenal profesional, kompeten dibidangnya. Juga amanah, ogah kompromi sama duit kotor. Semua itu didorong oleh keyakinan kader PKS, bahwa berpartai bukan untuk nyari duit. Tapi untuk mengabdi pada umat, untuk bangsa ini. Tapi mereka tetap membenci PKS, lantas mengapa?


Kader PKS pimpin shalat istisqo, selang beberapa jam hujan langsung turun dengan kuasa Allah. Tidak suka punya pemimpin yang doanya diijabahi Allah? mengapa?


Memang ia tidak mendapatkan gelar 'The Best Mayor Leader', tapi 92 penghargaan atas keberhasilan memerintah sebuah provinsi disabet seorang kader PKS. Tidak suka punya pemimpin yang berprestasi? mengapa?


Di tahun 2012 tidak ada satupun kader PKS yang terlibat korupsi. Itu karena mekanisme partai yang sangat ketat dan tegas dalam menekan pelanggaran. Juga setiap pekan, ada asupan gizi untuk mengechas moral & spiritual kader PKS. Tidak suka punya dengan calon2 pemimpin bangsa yang bersih dan unggul? mengapa?


Di PKS tidak ada feodalisme. Di PKS tidak ada tokoh yang SOK berkuasa dan mengatur partai seenaknya. Itu karena di PKS, kekuatan finansial dimulai dengan saweran, dan masih bertahan hingga kini. Tidak ada sponsor utama apalagi sponsor tunggal. di PKS, kadernya berjuang dengan niat untuk dakwah, bukan digerakkan oleh uang atau iming2 jabatan. Di PKS, kadernya banyak yang masih muda-muda dengan idealisme yang membara, berpendidikan pula. Di PKS, kadernya benar2 mencintai seni, mulai nasyid hingga sastra islami. Di PKS, kalo ada rapat kepartaian bertepatan dengan adzan, bukan hanya pending lalu diam sebentar untuk menghormati adzan, mereka malah terhipnotis untuk bersama melangkahkan kaki ke mesjid dan meninggalkan rapat.


Lalu anda tidak suka dengan PKS? Mengapa?


Mungkin para wartawan rame-rame menghajar PKS karena perintah editornya. Mungkin Editor media massa begitu keji terhadap PKS karena alasan Gaji. Mungkin liberalis dan sekuleris benci PKS karena takut dengan pemerintahan islami yang tak sesuai dengan nafsunya. Atau mungkin anda juga tak simpati dengan PKS lantaran belum tahu PKS sebenarnya. Atau mungkin anda termakan omongan media dan kelompok liberalis sekuleris. Kami masih maklum... dan kami akan terus menjalin komunikasi di antara kita semua untuk bisa saling bersinergi.


Tapi ada yang lebih menyakitan dari itu. Saudara yang mengaku sama-sama memperjuangkan Islam, malah turut menjegal kerja dakwah PKS. Coba saja lihat Media Massa Islam seperti Eramuslim.com, VOA-islam.com, Arrahmah.com, GlobalMuslim.we­b.id, Al-Khilafah.org­ & hizbut-tahrir.o­r.id. Cari artikel dengan kata kunci "PKS". Dan lihatlah apa yang mereka bahas di sana. Mengapa?


Apakah PKS itu memusuhi islam dan ide-ide islami? Bahkan PKS (sesuai fungsinya sebagai partai politik) menjadi yang terdepan dalam berta'awun mengesahkan banyak sekali undang-undang pro syariah. Apakah PKS itu sesat dari jalan ahlussunnah? jika iya, Masa sih Dr Hidayat Nurwahid yang banyak diundang forum2 islam internasional dan sangat dihormati itu masih bertahan di PKS. Masa sih Puluhan kader2 puncak PKS yang banyak bergelar Lc itu tidak tahu dimana kesesatan PKS. Masa sih banyak habaib yang malah gabung dan berjuang bareng seperti Salim Segaf Al Jufri. Apakah PKS itu dibenci, terutama oleh kader HTI karena menggunakan Demokrasi? Maka itu adalah perselisihan di ranah ijtihadi. Bukan hanya anda, Ulama dunia pun berselisih paham tentang hal ini. Jadi kenapa kita tidak saling menghormati ijtihad masing-masing saja. Lalu berfastabiqul khoirot, untuk membuktikan siapa yang paling pantas mendapatkan Nashrullah, pertolongan Allah. Jika semua alasan di atas tidak ada... Lantas Mengapa?


Sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/01/mengapa-pks-selalu-dibully.html

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
## Puanceeen..!!" Abu Hanifah shared KotaJogja's photo.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=
Buruh yang Diperbudak Takut Ditembak Brimob
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 4 Mei 2013 | 17:36 WIB

Dibaca: 34072

Komentar: 43
|



Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

TERKAIT:
KSPI: Kadisnaker Tangerang Harus Dicopot
Polisi Selidiki Unsur Nepotisme Pabrik yang Perbudak Buruh
Buruh "Penyelamat" Kabur Lewat Got
Ini Nama Buruh yang Diperbudak Mandor di Tangerang
Inilah Kekerasan yang Dilakukan Bos "Perbudakan" di Tangerang


JAKARTA, KOMPAS.com - Keterlibatan dua orang yang diduga anggota Brimob dalam praktik perbudakan dan penganiayaan puluhan buruh pabrik pengolahan limbah jadi panci aluminium Tangerang, Banten, membuat para buruh tidak berkutik. Para buruh pun terpaksa hidup bekerja dalam kesengsaraan.

Rahmat Hidayat (18), salah seorang buruh yang menjadi korban, mengatakan bahwa dalam pabrik di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, tersebut terdapat empat mandor dan satu orang bos. Meski menang dalam segi jumlah, Rahmat mengaku bahwa para buruh tak berani melawan.

"Soalnya ada anggota Brimobnya, semuanya pada takut. Akhirnya kita terpaksa diam saja," ujarnya saat ditemui Kompas.com di halaman Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013).

Menurut Rahmat, oknum Brimob berinisial Njm dan Ags tersebut sempat memberikan ancaman terhadap para buruh. Oknum yang disebut Brimob itu pernah melepaskan satu kali tembakan dari sepucuk senjata apinya ke arah tanah, persis di samping kaki kanan salah seorang buruh rekannya. Buruh pun terkejut.

Rahmat menuturkan, intimidasi yang dilakukan kedua oknum aparat tersebut dilakukan karena ada beberapa buruh yang kabur dari pabriknya. Pelarian buruh itu membuat geram kedua oknum Brimob yang diketahui merupakan orang bayaran oleh pemilik pabrik itu.

"'Sudahlah, jangan neko-neko, kerja saja yang benar,' gitu dia marahnya," ujar Rahmat meniru perkataan oknum aparat kepolisian tersebut.

Arifudin (21), seorang buruh lainnya, menyebutkan bahwa kedua oknum Brimob tersebut tidak tinggal di pabrik itu. Namun, keduanya kerap berkunjung ke pabrik itu. Bahkan, oknum Brimob yang datang mengenakan seragam lengkap dengan senjata api itu kerap mengobrol santai dengan sang pemilik pabrik, YI (41).

"Semua juga tahu kalau polisinya itu orang bayarannya si bos. Orang kita diancam-ancam, kalau kabur mau ditembak kakinya," ujar Arifudin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga mengatakan, pernyataan buruh tentang keterlibatan oknum Brimob itu tidak ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, ia berjanji akan mendalami jika ada keterangan itu dan akan melakukan tindak lanjut atas temuan.

Pada Jumat (3/5/2013) pukul 13.00 WIB, aparat Polda Metro Jaya dan Polres Kota Tangerang menggerebek pabrik milik YI di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, itu polisi menangkap YI dan empat orang mandor, yakni Sdm (34), Nrd (34), Jaya alias Mandor (41), dan TS (34).

Penggerebekan tersebut berdasarkan laporan dua orang buruh pabrik tersebut yang berhasil kabur, yakni Andi Gunawan dan Junaedi, ke Polres Lampung Utara pada 28 April 2013. Mereka melaporkan adanya tindak perampasan kemerdekaan sekaligus penganiayaan terhadap puluhan buruh yang dipekerjakan YI di pabrik.

Kini kelima tersangka sekaligus barang bukti dan para korban masih diperiksa intensif di Polresta Tangerang. Kelima tersangka diancam Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan orang lain dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.
Editor :
Laksono Hari W
Tweet



TOP STORIES

Parkir Meter Basuki Resahkan...

Tekuk Palermo, Juventus Kunci...

PDI-P Populer, tetapi Bukan lagi...

Ini Dia Bocoran BlackBerry R10...

Tekuk MU, Chelsea Geser Arsenal...
Ada 43 Komentar Untuk Artikel Ini.

Sego Jagung
Senin, 6 Mei 2013 | 10:23 WIB
Yang dibawah sih cuman collector itu . Mestinya yg terima setoran juga dong. Enak banget yg kecil melulu yg jadi korban.
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

Yn Nong
Senin, 6 Mei 2013 | 07:00 WIB
Pasti Aparat ( anggota Brimob ) nya ngak punya nyali untuk menampakkan batang hidungnya stlh kasus ini terkuak. Sedang ngumpet di balik BH wanita2nya kale !
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

tri afi
Minggu, 5 Mei 2013 | 08:02 WIB
tangkep brimobnya...tanya ..siapa komandannya...terus tanya ke orang ini, siapa komandan nya...anda akan menemui mata rantai simbiosis mutualisme...
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

Peace Our World
Minggu, 5 Mei 2013 | 07:13 WIB
Jika seseorang beriman dengan benar, pastilah ia akan makin mampu menemui sesamanya sebagai saudara. Ketika ia menganggap sesama sebagai saudara pasti ia mampu berbela rasa terhadap saudaranya. Dan damai sejati akan meraja di hati. Tidak lagi kebencian menguasai hati. Semoga banyak yang menceari.
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

V
Minggu, 5 Mei 2013 | 14:43 WIB
Komentar dihapus karena tidak sesuai ketentuan.
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

Pipit
Minggu, 5 Mei 2013 | 06:25 WIB
Shinto gk usah repot2 melindungi anggota brimob yg terlibat! itu merugikan institusi anda sendiri, lebih baik jujur saja & usut tuntas!!!
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
1
0
1 2 3 4 5 .....8 >
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Silakan login atau register untuk kirim komentar Anda
Megapolitan Terpopuler Terkomentari
Selengkapnya
"Pak Jokowi Sih Enak, Blusukan...
Jokowi: Tindak Tegas Pelajar...
Jokowi Minta "Gepeng" Juga...
Lurah Gandaria Utara: Lurah Warakas...
Protes Perbudakan, Massa Buruh Datangi...
buka Para buruh yang dipekerjakan tidak layak di sebuah pabrik di Tangerang tak berani kabur karena ada oknum diduga Brimob yang mengancam mereka.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
::Hadeeehh... ini berita bikin saya makin Phobianikah saja.. ╮(•˘︿ ˘•)╭:: Jadikan artikel ini sebagai pelajaran agar Anda yang belum menikah selalu terbuka dengan calon suami. Berita ini beredar awal November tahun ini.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Taichung, 27 Apr '13..

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) Rindu Bertemu Rosulullah

By : Ustad Uje

Siapakah engkau ya muhammad..
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami..
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau..
Jika bukan karena Engkau ya Muhammad..
Semua kami tidak akan pernah mengenal Robb kami..
Duhai ALLAH..
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?..
memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati..
Mendengar kemerduan suaranya memanggil ENGKAU..
sebentar saja YA ALLAH..
Duhai ALLAH..
Semoga Engkau Bangkitkan kami dalam barisan..
yang sama bersama Rosul kami..
Ya Habibi Ya Rosulullah…

Dari yang merindukanmu.

___

indah gak sob puisi terakhir yang di ciptakan beliu sebelum ajal menjemputnya..

jangan lupa klik bagikan ya.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) BANCI VS USTADZ

Banci: Pak ustadz, kalo ada cewek meninggal disebutnya apa?

Ustadz: Almarhumah..

Banci: Lah kalo cowok yang meninggal?

Ustadz: Almarhum..

Banci: Terus kalo eyke yang meninggal?

Ustadz: *Pak ustadz Berfikir Keras, lalu
menjawab* Itu namanya

.

.

.

.

.

.

.

ALUMUNIUM

.

Banci: T_T Lho pak Ustadz, saya ini kan BANCI ... BUKANNYA PANCI!!!

Hahaha

Kalo gak lucu, jangan ketawa!!

Gak Like Comment Loe Gue End :p

Gabung juga di : Opera Van Java - Trans 7



Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
kugiran azizi kembali beraksi. hehe cover kedua daripada kami KUGIRAN AZIZI. mintak maap laa ye lagu nie tinggi gila. hahahaa. enjoy jgn tak enjoy hehe

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
F1ys...
Body ade ray..hihi

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Aplikasi "goreng telur" dari Ipad untuk anak kos yang belum punya kompor dan kuali.

selamat mencoba Rahmat Hidayat, Agus Mahfut, Muharryadi, Rahman To Mannurung, Fahman Habibi P Man, Kasmino Putra, Angga Syahputra, 'Teuku' Ampon Nurhadi, Fierman Septiadi,
http://www.youtube.com/watch?NR=1&v=826jZDyeGZA&feature=fvwp iPad2 1080p - This is true, the iPad is so amazing. Its probably one of the best products, we ever made. But now we have created an magical app. We worked ve...

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Taqleeed Ka Radh Aur Imam-Shafi 
""Taqleed Ka Radh Aur 4 Imam""
-=======================-
........{Doasri Waa Teesri Saadi}.................
=====Weeladat Aaima Arba=======
(1) Name: Hazrat Imam Abu Hanifa (Rahemat ullaha Aale)
Sanwiladat: 80 Hijri
San Wafat : 150 Hijri
Total AGe : 70 Years
Birth Place: Kufa (Iraq)
Name of Book: --------------- (NO)

(2) Name: Hazrat Imam Malik (Rahemat ullaha Aale)
Sanwiladat: 93 Hijri
San Wafat: 179 Hijri
Total Age: 82 Years
Birth Place: Madina
Name of Book: Mouta


(3) Name: Hazrat Imam Shafai(Rahemat ullaha Aale)
Sanwiladat: 150 Hijri
San wafat: 204 Hijri
Total Age: 54 Years
Birth Place: Misr
Name of Book: Musnad Shafai


(4) Name: Hazrat Imam Ahmed Ibne Hambal (Rahemat ullaha Aale)
Sanwiladat: 164 Hijri
Sanwafat: 241 Hijri
Total age: 77 Years
Place of birth: Damishq (Syria)
Name of book: Musnad Ahmed

Note: Doasri Saadi Hijri say Aaima Arba ka Dour Shru huwa, hamare nabi
Mohammed (pubh) ke saathi sahaba (R.A) Allah kou pyare hou gaye, aaye din
logo kou maasil ka pesh aate rahete theay, yaha sey millate Islamia ka Dour
shru huwa, aab yehi charo imam apne apne ilaako mey bohath mashoor theay
en Hazrat ke pass koi masla aata tou woh Quran aur Hadees pesh kerte yaa
apni rai aur khiyas sey kam leyte aur Allaha se darte huwe yeh Elaan Kerte
Ke Saahi Hadees hi Mera Mazhab Hain.

(1) Hazrat Imam Abu Hanifa ney Kufa mey Zindagi guzari Jaha ka Siasi Sheraza
Muntashar tha woh Maqtile Hussain (R.A) raha Ahle Tashree ka Markaz tha waha
Imam Sahab kou Bohath Kam Hadeesey Hasil Hui Jis ke wajhe say Ziyadatar 
Maasail woh Rai waa Khiyas sey haal kerte theay aur saath hi yeh Hidayat deyte
ke Mohammed (pubh) ke hadees agar tumhe es masle mey mil jaye tou meri baath
kou radh kar dou aur Hadees kou apna lou.

(2) Hazrat Imam Malik Madina mey Zindagi guzari, aur Mohammed (pubh) ke Hadeeso
kou jama kiya aur apni kitab ka naam Mouta Imam Malik Rakha jin ke wajhe sey
Maasail mey enke Rai Bohath kam milti hain.

(3) Hazrat Imam Shafai ka Pahela Dour Basra mey aur Doasra Dour Misr mey guzra
aur Mohammed (pubh) ke Hadeeso kou jama kiya aur apni kitab ka naam Musnad Shafai Rakha.

(4) Hazrat Imam Ahmed Ibne Hambal bhi Hadeesey Jama kerne mey Mashgul Rahe 
Hadees-e-Nabawi Ka bohath bada Hissa enke Haath aaya apni kitab ka naam
Musnad Ahmed Rakha, Imam sahab ke saarey Maasail Rai aur Khiyas sey beniyaz hain.

Aab Zara Suniye ke charo Imamo ne Kya Kaha?

Allha Rahemate Nazil karey en charo Imamo per jinhouney kitni haq baatein
Kahi hain.

(1) Hazrat Imam Abu Haneefa (R.A) Farmate hain , Merey Khol Per Fatwa dena Haram hain jab tak Meri Baath ke Dalil Malum Naa Kerlou (Mezan Al Sharani, Aqeedal jaid Page # 80)

(*) Jab mera Khoul Quran Ke Khilaf hou tou essey Chode dou, Logo ney Puccha
Jab aap ka khoul Hadees Ke Khilaf hou ? farmaya es waqt bhi chode dou
Phir log ne Puccha Sahaba (R.A) ke Khilaf hou tou? Kaha Tab bhi Chode dou
(Mezan Al Sharani, Aqeedal jaid Page # 53)

(*) Jab Dekho ke Hamara Khoul Quran aur Hadees Ke Khilaf Hain tou Quran aur
Hadees per Aamal karo aur Hamare Khoul kou Deewar Per dey Maro.
(Mezan Al Sharani, Aqeedal jaid Page # 53)

(*)Hazrat Abu Haneefa Farmate hain ke Saahi Hadees hi mera Hazhab hain (Aqeedatul Jaid)

(*) Jo Hadees Say Sabit Hou woh Sar Aankho Per (Zafar Al Aamani)

(*) Meri Taqleed Naa karna, aur naa Imam Malik ke aur naa kisi aur ke Taqleed
Kerna, Ahkam-e-din Waha se lena jaha sey Enho ney liye hain yaani Quran aur
Hadees say (Tohfa Al Aziya fee Bayan al barar)

Note: En Tammam Baato say Saaf zahir hain ke Imam Abu Haneefa ka Aqeeda 
aur Mazhab Sirf Quran aur Hadees Hain, Allah Talha en ke khabr kou Noor sey 
Bhar dey (aamin)

(2) Hazrat Imam Malik (R.A) Farmate Hain Duniya mey asia koi Insaan Nahi jis ke baaz Baatein Saahi aur Baaz Baatein Ghalat naa hou Phir Eske Saahi Baatein lee jati
Hain aur Ghalat Chode dee jaati hain, Siwaye Hazrat Mohammed (pubh) ke Tamaam
Baatein Saahi aur Durust aur Maan hi lene ke layeq hain ek baath bhi saari zindagi
ke chode ney ke layaq nahi (Aqeedatul Jaid Page # 70)

(*) Mey Sirf ek Insaan hou, Kabhi meri baath saahi hoti hain aur Kabhi Ghalat
tou tum meri es baath kou jou Quran aur Hadees ke Mutabik hou lay liya karo 
aur es baath kou jo es ke khilaf hou chode diya karo, yaani meri Taqleed Math
karo.

(*) Bus tum meri rai per ba ghour Nazar karo aur agar woh Quran aur Sunnat
ke Muafiq hou tou khubul karo aur jab khilaf dekho tou tark ker dou.

(3) Hazrat Imam Shafai(R.A)Farmate hain jab mey koi masla kaho aur Rasool Mohammed (pbuh)
Ney mere khoul ke khilaf kaha hou tou jo masla Hadees hou jaye bus wohi lou aur
Meri Taqleed math karo (Aqeedatul Jaid Page # 70)

(*)Jab Saahi Hadees Mil jaye tou mera Mazhab wohi hain, aur jab mere kalam
kou Hadees ke muqalif dekho tou hadees per aamal karo aur mere kalam kou
Deewar Per dey Maro (Aqeedatul Jaid Page # 70)

(*) Imam shafai ney apni Taqleed aur ghair ke Taqleed kerne say maana kiya hain.

(4)Hazrat Imam Ahmed Ibne Hambal (R.A) Ney Farmaya Hargiz naa meri Taqleed kar
Naa Malik (R.A) ke Aur Imam shafai (R.A) ke aur Naa Imam Auzai ke aur naa
Imam Suri ke , Jaha say yeh Tamam Imam Din ke Ahkam waa Masail Layte theay
(Quran aur Hadees) Tum bhi wahi say hi Leena (Aqeedatul Jaid Page # 70)

Note: En Charo Imamo Muhtaram Imamo ke khoul say yeh Baath Saaf Zahir hoti
Hain ke Hazrat Mohammed (pubh) ke hadees ke Mutabik Maa Aana Alaihi Wa Ashabihi
kaa Rasta Eqtiyar kerne ka hukum Farmaya, Yeh sub ke sub Quran aur Hadees per
Aamal Kerte theay, Yehi enka Mazhab tha, en charo Buzurgo ney apni Taqleed say
Maana kiya aur kisi ney bhi Alag Mazhab apne naam say mansoob kerke Murtib 
Nahi kiya, Huzoor (pubh) ney farmaya sub say bahetar Ahle Zamana Mere Hain,
Phir woh jo en ke Baad wale hain, apne zamane ke baad Dou Zamano ka Zikr Kiya
(Sahi Buqari)

Aalama Ibne Hajr (R.A) Fateh Albari Para # 4 Babul Fazail Ashabe Nabawi (pubh)
mey Tehreer Farmate hain, Tabe Taabain 220 saal tak Zinda Rahe enke zamane
mey bhi kisi ke Taqleed yaa kisi ke Naam ka Mazhab Naa tha/
------------------------------------------------------------------------------
Allaha Talha ka bada fazal o karam hain ke hum mey aakhri paighambar Rahematul Aalaamen Hazrat Mohammed (P.B.U.H) kou maboos farmaya aur hum kou khaire-ummat ke laqab se Nawaza es neemat-e-azeemi ka jis khader shukr aada kare kam hain.

Lamhe Fikar

Aaj Kaal ke Baaz Musalman Quran o Hadees per aamal kerne walo kou Naya firqa, waa Naya mazhab kay naam se yaad kerte hain. aur phir ess say mutjaviz hou kar Charo Imamo mey sey kisi ek Imam ke Taqleed Naa kerne walo kou Ghairmuqalidin waa Kharijul Islam ke Laqab se Nawazte hain

Aakhir Yeh Quran o Hadees Per Aamal kerne walo ke Buniyad Kab sey hain?

Insha Allaha hum yaha per aab Quran o Hadees Per Aamal kab sey hain Aur Taqleed Shaksi aur nisbat aaima aur Mazahibe aarba kab se hain aur kis tarha islam mey Dakil kiye gaye? naiz Tadween Hadees waa Tadween Fiqa kab se hui? es ke aalawa Aqwal Aaima Arba kou Paysh kerke Tafseel ke Saath Guftagu kareange Taake Fark Kiya jaaye ke Saahi aur Ghalat kya hain, Aksar Ulma-e-Salaf ne Firqo ke nisbat Badi Badi Keetabe likhi hain. lekin hum yaha per sirf apni esla chahate hain, kisi Imam yaa kisi maslak per uungli uthana nahi, aur jo kuch bhi es mey ghalti hogi woh meri kotahi ke wajhe se hogi, aur jo baath es mey haq hain woh allaha rabbul ke izzat taraf sey hain, umeed hain ke aap log kou essey faida milega, jo baath aap logo kou ess mey haq dekhe ussey kubul kar lijiye, aur jo baath ghalth dhike tou please meri esla ker di jiye. 


Mohammed (pbuh) ka daur Nabuwat 23 saala raha aur dour-e- khulfa-e-rasheedin Taqreeban 30 saal raha aur daur-e-sahaba (Razi Allah hu talha an hu) 
60 years raha , es tarha total 1 hijri say 100 Hijri tak raha, woh sub ke sub
Musalman Quran aur hadees ke etteba kerte theay yeh pahele saadi ke musalam
Islam ke parwane waa shaydai Lakho ke taadat mey theay, en ke nisbat ek saawal 
kudh ba kudh paida hota hain ? key woh musalman Kiss Imam ke Taqleed kerte theay Aur woh kiss imam ke naam se pukare jaate theay, kya woh musalman 

Hanfi, Maliki, Shafai, Hambali theay ? aur doasra saawal yeh paida hota hain ke kya en Imamo ke alag alag mazhab es waqt moujud theay ? Teesra saawal yeh paida hota hain ke Paheli saadi ke musalman ummat, Mohammed (pbuh) khulfa-e-rasheedin,Sahaba, (R.A) jo Qura aur hadees per amal kerte theay tou baa kaul aaj kaal ke baaz musalmano ka ilzam en per bhi aayad hou sakhta hain?

En Sub Saawalo ka jawab Sirf Nafi mey hoga kyu ke paheli saadi Aaima Araba ka
naam o Nisha naa tha aur naa hi enke weeladat hui thi

Tou essey yeh saabit huwa ke Paheli saadi hijri mey Taqleeq Shakshi aur Nisbate
Aaima Aarba ka Wajood naa tha.

Es ke Tasdeek Dopahar ke Suraj ke Taraha Weeladatey Aaima Aarba sey Zahir hojati hain,

1. Hazrat Imam Abu Haneefa 80 Hijri Mey Paida Huwey
2. Hazrat Imam Malik 93 Hijri Mey Paida Huwey
3. Hazrat Imam Shafai 150 Hijri Mey Paida Huwey
4. Hazrat Imam Ahmed Ibne Hambal 164 Hijri Mey Paida Huwey.

Insha Allah Es Tafseel Sey Saaf Zaher Hain kay

Islam Naam Hain ---- Quran Aur Hadees Per Aamal Kerne Ka
Islam Mehdoot Hain ---- Quran Aur Hadees Key Daire Mey


Islam Mukamil Din Hain Jis ke Daleel Yeh Hain (Surey Maida Aayat No # 3)

Tarjuma:- Aaj Maine Tumhara Din Kaamil Kerdiya aur tum per apni Neymat Puri
Kerdi aur Maine Islam kou tumhara Din Pasand Kiya Hain.

Allaha Talaha ney yeh aayat nazil farma kar Islam ke mukamil hone ke mohar 
Lagadi. Esko koi musalman inkar nahi ker sakhta, Lehaza es aayat-e-kareema
ke moujudgi mey kisi musalman ummati kou hargiz yeh haq nahi ke Islam mey koi
Nai chiz dakil kare yaa koi chiz kharij kare yaa kisi chiz ke kaami samajh kar
ezafa kare Agar koi ummati Islam mey es khism ke dakhal andazi karega tou 
Nouzbilla es aayate karema ka inkari hoga aur zara souchiye asie inkari logo
ka Qayamat ke din Kya Hashar hoga?

Allaha ne Quran mey Farmaya hain (Surey: Altagabeen Aayat No # 12)

Tarjuma:- Etaat karo Allah ke aur etaat karo Rasool (PBUH) Ke

Hadees:- Ershad-e-nabawi hain Musa (PBUH) ke Ummat mey 72 Firqey theay
Mere Baad meri Ummat mey 73 Firqey Houngey jin mey say 72 Firqey Jahanumi
Houngey aur Ek Firqa Jaanati hoga, tou Sahaba (R.A) ney Dariyafat kiya
Yaa Rasool Allaha woh kaunsa Firqa hoga? Aap ne farmaya jis raha per mey hou
aur mere sahaba. eske bawajud agar koi shaksh Rasool Allah ke Tareeqey kou
chode kar kisi aur ke tareeqey kou tarji deta hain aur es per aamal karta hain
tou woh kis muqam kou hasil kerta hain aap kudh faisla karey ?


Umeed hain ke Quran aur hadees per Aamal kerna koi naya firqa yaa naya mazhab nahi hain yehi aamal shru sey tha aur insha allaha Qayamat tak rahega.


Aab aaiye Hadees ke Nisbat kuch Ghour kerte hain Hadees-e-Mubarak ka Majmua Rasool Allaha ke Dour mey bhi moujud tha aur eske baad khulfa-e-rasheedin aur Sahaba (R.A) ke pass muntaqil hota raha Kisi ney Likh liya tou kisi
zabani yaad kerliya agar yeh naa hota tou Quran-e-azeem aur
Hadees-e-rasool per aamal kerna naa mumkin tha.

Eske Baad Doasri Saadi Hijri mey Aaima Arba aur Muhadeesin ney Mazeed Hadeeso kou Jama kerke Hadees ke Kitabe likhi hain jis kou saarey Aalam ke Ulma-e-karam Khas-o-aam es ke tasdeek kerte hain aur essey mutafiq hain

Doasri aur teesri Saadi ka Dour Aaima aur Muhadiseen ka raha Es waqt agar
koi masla darpesh aata tou log Aaima ke rai leyte theay, tou woh log Quran
aur Hadees sey apni rai pesh waa khayas pesh kerte huwe khofe-e-khudawandi 
aur Taqwe ke Bina par Saaf Irshad bhi farmate theay key Agar unke Rai Quran
aur Hadees ke Khilaf hou tou essey chode dou aur Quran aur hadees kou apna 
lou, es lehaz sey sub ke sub Ulma aur sub Musalman Quran aur Hadees per hi
Aamal kerte theay, Charo Imamo ney Aachi aur Saachi Baatein HI kahi hain
Enke Khol Kabil-E-ehtaram hain, aur kisi bhi Imam ney apni Taqleed aur Firqa
Bandi ke liye Nahi farmaya aur kisi ney khub kaha hai

Agar hou Muqalid tou Aamal ker ke Baatao
Bante hou Wafadar tou Wafa ker ke Baatao

Pahlei Saadi tou kya Teesri Saadi mey bhi Taqleed aur nisbate aaima
ka Firqa Hanfi, Shafai, Maliki , Hambali ke Wajud Naa tha.

Chouti Saadi Say Taqleed Shakshi Ke Ebteda hui magar Nisbat-e-aamina
ke naamo ke firqo ka Wajod Aamal mey naa aaya Phir bhi yeh Tasleem kerna hoga
ke Chouwthi saadi mey bhi es Nisbat-e-aaima ka Naam Manzar aam per Naa tha.

Fiqa ke Paheli Kitab Khaduri 428 Hijri mey Likhi Gai es ke baad aur kitabe likhi
Estarha Kitab Fiqa ke Tadween Paachivi (5) saadi sey hui aur ek baad yaad rakhe
ke Tadween-e-hadees shru sey hi hain.

Chowthi Saadi sey Chatvi (6) saadi tak Taqleed Taqleed Ka Silsila Jaari raha
Jab es ke raftar Roz-ba-Roz Badhti gai Yaha tak key 665 Hijri mey Saalatin
ke Jaanib sey Aksar Muqamat per Firqa Bandi ke saath Nisbat-e-aaima waa Mazahib
Hanfi, Shafai, Maliki, Hambali Char Qazi Muqarar huwe lehaza saathwi saadi sey
En Naamo ke Nisbat Manzar-e-aam per aai. aur Taqleed Shaksi ka Aaghaz huwa,
Yeh Naye firqe aur Mazahibo kou es Tarha Islam mey Dakhil kiya gaya, Ghour karne
ke Ek Khas baath yeh hain key (7) Saathivi Saadi mey Ek Islam ke Char Hissey
Ker kay Ek Ek hissey kou ek ek imam ke taraf nisbat ker ke muqalideen-e-aaima
ney eqtiyaar ker liya. yeh kis khader naa insafi ke baath hain aap hi bataiye?



Acchi tarha yaad rakho ke Aakhirat ke Paheli Manzil Kabr hain jissey Aakhirat
ke Imtihan ka Pahela percha Kehna Bey jaa naa hoga Allah Talaha ke Taraf sey
Teen Saawalat Kiye jayeange jin mey hergiz yeh naa puccha jayega ke Tera Mazhab Kiss Imam ka hain? Aur Tera Imam kaun hain balki Teen Saawalat wohi hounge jo Allaha ke Rasool (Pbuh) ney Batlaya hain aur woh yeh hain

Questions Answers

1. Tera Rub kaun hain? ------------ Mera Rub Allaha(SWT) Hain
2. Tera Din kya hain? ------------- Mera Din Islam Hain 
3. Tere Nabi Kaun hain? ------------ Mere Nabi Mohammed (pbuh) Hain

(Note: yeh Hadees Abu Dawood mey hain)

Es Tarha Khabar ke saawalat sey Kamayabi hogi aur azzabe khaber se nijat milege Insha Allaha yeh saahi jawabat usko naseeb hounge jisney duniya mey sirf Islam per aamal kiya tha, aur agar eske khilaf kya ho tou zahir hai ke jawab bhi 
Ghalat hounge.

Hadees:- Mohammed (pbuh) ney farmaya Roz-e-mehshar mey apne houz-e-kousar
per sub sey pahele pahuchunga jo mere pass sey guzre gaa woh es houz ka pani
peeyega, aur jis ey pee liya woh kabhi pyasa naa hoga. kuch log mere pass aayeange
jin kou mey pahechanta hounga aur woh bhi mujhe pahechatey hounge en kou mere
pass aane say rok diya jayeaga, mey kahunga yeh log mere hain Tou mujh se kaha 
jayega " aap nahi jaante key aap ke baad en logo ney kya kya nai nai baatein
din mey neekali thi tou mey kahunga Douri Hou Douri hou ! yaani asie logo
kou mey apne pass se dhutkar dunga (Yeh Hadees Buqari aur Muslim mey Hain)

Aur Ek Hadees Suniye:- Hashar ke roz tamam log milkar Hazrat Adam (pbuh)
key pass hazir hounge aur kaheange ke aap Allah Talah ke Pass hamari
Sifarish kijiye, woh kaheange ke mey Allah Talah ke samne Jaane se Darta hou
tumhari sifarish kerne kou Taiyaar nahi hou tum sub falah falah ke pass jao
tou phir Tamam log Hazrat Nuh, Hazrat Ibrahim, Hazrat Musa , Hazrat essa (pbuh)
kay pass jayeage aur sub ke sub yahi kaheange ke Allaha Talah ke samne jaane
sey Darte hain aur hum es layaq nahi ke Tumhari Sifarish kare, tum sub Aakhri
Nabi Mohammed (pbuh) ke pass jao aur aakhir mey Mohammed (pbuh) key pass
hazir hounge tou aap sifarish kerne par aamada hou kar Darbar-e-khudawandi
ke Muqame-e-Mahmood mey Sajda zare hou kar Duwa kareange, aur allaha talaha 
ke Ijazat say Shifat kar ke Jannat mey pahuchayeange (Hadees: Buqari)



Note: en sub hadeeso kou yaha per zikr kerne ka maqsad ke Aabe kauser aur
Shifat-e-rasool unlogo kou hi naseeb hogi jinhone sirf Mohammed (pbuh) ke 
farmabardari mey apni aakhri Saans Chodi. ghour kariye ke jab koi nabi 
sifarish nahi kar sakega tou kisi ummati ke kya hasiyat.

Taqleed ke Mazeed Tafseel:- Nouvi Saadi ke Ebteda mey Sultan Farq Bin Barwaq
Ney Makkah mouzama Baitulla shareef key ahtiya mey Musale Ibrahim ke Aalawa
Char Musale Hanfi, shafai, Maliki, Hambali Mazhab ke Naam sey Qayam ker diye
theay Halake Ebteda-e-Islam sey Nouvi saadi tak sirf ek hi Musala Ibrahim tha
es Tarha Yeh Naye Char Musaley ba-zor-e-Sultan Islam mey Dakhil Kiye Gaye.

Yeh Musaley (9)Nouvi Saadi say (13) Terhavi saadi tak barkarar rahe
Muqalidin apne apne Masle per mansub shuda Aaqedey ke Imam ke Saath Namaz
aada kerte rahe , ek musali ke baad doasre musal per Namaz aada kerne ka Intezam Tha.

(14) Choudavi Saadi 1343 Hijri mey Shah Abdul Aziz Bani Saudi Hukumat ney yeh
Naye Islam mey Dakhil Shuda Charo Musale kou Barkhast ker ke sirf ek hi Musala
Ibrahim kou apne Mukam per Khayam Rakha Jo Insha Allaha Qayamat tak rahega.

{Quran Aur Hadees Ke Tareef }

Quran:- Kitabe Ilahi kou kehte hain jo Lohe Mehfoz se Allah ke hukum se Allaha
ke Farishte Hazrat Jibrael Aleh salam ke zariye wahi say hamare Pyare Nabi
Mohammed (pbuh) Per thoda thoda kar ke 23 saal mey utara gaya.

Hadees:- Ke Lagawi Maane "Baath" kay hain, Allaha Talah ney Apne kalame pak 
kou hadees kaha hain (Pls see on Quran: Surey Zamar Aayat 23)

Tarjuma:- Allaha Talah ney Bahatareen kalam nazil kiya hian.
Es aayat mey Quran kou hadees kaha gaya hain.

(Quran, Surey: jaashiya aayat 6)

Tarjuma:- Allah Talah aur es ke aayato ke baad yeh kiss baath per iman layeange
es aayat mey bhi quran ke aayat kou hadees kaha hain.

(Quran Surey Ahraf aayat 85)

Tarjuma:- Phir aap es ke baath kiss baath per Iman layeange?
es aayat mey bhi quran ke aayat kou hadees kaha hain.

Note: Islam mey Mohammed (pbuh) ke baath khoul, Faal, aur Taqreer kou Hadees kehte hain

1. Khoul: Es kou Kehte hain jo aap Mohammed (pbuh) ney Hukum Diya
2. Faal : ES kou kehte hain jo aap Mohammed (Pbuh) ney Aamal kiya
3. Taqreer: ES kou kehte hain jo aap Mohammed (Pbuh) ke Moujudgee mey Aamal
Huwa aur Aap ne Sakwat eqtiyar kiya , Lehaza Quran waa Hadees Islam ke Buniyad
Hain aur es ke Tasdeeq Allah Talah ka Kalam Quran Pak kerta hain.
{Paheli Saadi}

Era Of Prophet Mohammed (Pubh):- Aap Mohammed (pubh) Macca mey 13 saal guzare phir eske baad Allaha ke hukum se hijrat kar ke Madina Pahuche es Waqt se 
San Hijri ke Ebteda hui hain. Mohammed (pubh) ney Madina Mey 10 Saal Guzare
es tarha Dour-e-Nabuwat 23 Saal Guzra Es Erse mey Shama-e-Islam ka Noor Sari
Duniya Mey Phel Gaya. Aur yeh sub ke sub musalman sirf Quran aur Hadees per hi
Aamal kerte theay kisi imam ke taqleed nahi

Dour-e-Khulfa-e-Rasheedin (Mishkat Jild 4 Page 59)

(1) Hazrat Abubakar Siddiq (R.a) ka Dour 11 Hijri To 13 Hijri
(Total: 2 Saal 3 Month 9 Days)

(2) Hazrat Umar Farooq (R.a) 13 Hijri To 23 Hijri (Total 10 Years 5 Months 4 Days)

(3) Hazrat Osman Ghani (R.a) 23 Hijri To 35 Hijri (Total 12 Years)

(4) Hazrat Ali (R.a) 35 Hijri To 40 Hijri (Total 4 Years 9 Months)

Mukamal Khulfa-e-rasheedin ka dour 29 Years 5 Months 13 Days.

Note: es Dour ke Tammam Musalman Sirf Quran aur Hadees per hi Aamal kerte theay Kisi Bhi Imam ke Taqleed Nahi kerte theay.

Dour-E-Sahaba Razi Allaha hu Talaha Anhu

40 Hijri To 100 Hijri (Nearly 60 Years)

Very Important: Paheli Saadi Ke Aakhri Sahaba Ikram (R.a) ke Tafseel .

(1) Madina Munnawara Ke Sahaba mey Hazrat Sohail Bin Saad (R.a) Baa Iqtelaf Riwayat 88(H) yaa 91(H) yaa 96(H) yaa 96 Years Yaa 100 Years ke age mey Wafat Paai.

(2)Basra Ke Sahaba Mey Hazrat Aanas Bin Malik (R.a) Ney Ba Iqtelaf Riwayat
90(Hijri) Yaa 93(Hijri) ziyada se ziyada 103 Saal ke age Mey Wafat Paai.

(3) Macca ke Sahaba Mey Hazrat Abultafeel bin wasa (R.a) Sab se Aakhri Sahabi
theay, enhoney 100(Hijri) yaa ba Iqtelaf riwayat 110 Hijri Mey wafat Paai.

Note: Estarha Paheli Saadi Ke Khatam hone ke Saath Saath Sahaba ka Dour Bhi 
Khatam huwa, Paheli Saadi ke Musalman sirf quran aur Hadees per hi amal kerte 
theay naa ke kisi imam ke Taqleed Kerte theay.


Mohammed (Pbuh) ke Dour Mey Tadween Hadees Ke Dalaeel (References)
Hamare Nabi Mohammed (pbuh) ke dour mey Quran ke Tarha Hadeesey bhi likhi
jaati thi eska bada ehtemam tha.

Mohammed (pubh) ney Farmaya

1. Elim aur Hadees kou likh kar muqeed kar liya karo (Hakim)
2. Abu Shah kou Meri Hadees wa Khutba likh kar dey dou (Buqari aur Muslim)
3. (Aay Abu Raafa (R.A) )Apne Daaye Haath say Meri Hadees Likh liya karo (Tirmizi)
4. Kalma Guh Musalmano ke Naam likh kar mujhe dey dou (Buqari)
5. Madina ke Yahoodio kou Saahifa-e-Aman likhwa kar diya tha, Mohammed (pbuh)
ney apne aur Yahoodio aur degair musalmano ke liye Aaman nama likhwa diya (Abu Dawood)
6. Hudebiya mey Suleh nama likhwaya gaya (Buqari)
7. Hazrat Ali (R.A) Farmate hain ke hum ney Mohammed (pubh) say Quran-e-majeed
likha hain aur es sahife yaani hadees ke es risaley kou (Buqari)
8. Hazrat Ibne omer (R.A) Farmate hain ke Rasool Allaha (pubh) ney Kitabul Sadaqa
Likhwai, phir aap ka Inteqal hou gaya, yeh kitab Hakimo ke pass rawana naa
ke jaa sakhi kay aap ke baad Hazrat Abu Bakar Siddiq (R.A) ney es per aamal 
kiya, phir Abu Bakar ke Inteqal ke Baad Hazrat Omar (R.A) Ney es per Aamal kiya
ye kitab Hazrat omar ke khandan mey Mehfooz rahi, Hazrat Omar ke Poutey Hazrat
Salim (Rahmat ullaha aaley) ney yeh Kitab Hazrat Zahri (Rahmat ullaha aaley)
kou Padhne ke liye dee jissey Imam Zahri ney yaad ker liya, Es ke Nakal
Khalifa Omar bin abdul Aziz ney karai (Abu Dawood, Bahqi, Hakim)
9. Mohammed (pubh) ney apne aakhiri Ahad mey Hadees ke ek Zaqeem Kitab jis
mey Tilawat-e-Quran, Namaz, Roza, Zakat, Talaq, aur Degair Faraiz wa Sanan aur
Kabira Gunaho ke Tafseel Tahreer karwa key Hazrat umro bin hazm (R.a) Sahabi
Ke Marfat Yaman walo key pass bhijwai (Darulkhitni, Darmi, Bahqi, Musnad Ahmed,
Ibne khuzema, Ibne habban, Mouta Imam Malik, Sanan Nisai)

10. Harqal Baadshah ney Mohammed (pubh) ka woh Nama mubarrak maangwaya jo aap
ney Dehiya Kalbi kou 6 Hijri mey day kar Basra ke Hakim ke Pass bheja tha es 
Ney woh Harqal key pass bhijwaya (Buqari Shareef).

11. Hazrat Maaz (R.A) ke Sahab Zade ka Inteqal Madine mey hou gaya, Hazrat
Maz (R.A) Yamen mey theay enhe bada ranj wa afsoos huwa tou Mohammed (pubh)
Nay Hazrat Maaz (R.A) ke Pass Taaziyat Nama Tahreer Farma kar Rawana Farmaya
(Mustadrak Hakim Jild:3 Page: 373, Tareeq Khateeb Jild: 3, Page # 89)

12. Hazrat Abu Hurera (R.A) say Marwi hain ke Sahaba Ikram (R.A) mey mujh
say ziyada hadees rasool kou riwayat kerne wala koi nahi hain, magar Abdullah
Bin Omer (R.A) essey Mutshani hain esliye key woh hadeeso kou likha kerte theay
aur mey likhta nahi tha sirf Zabani yaad ker liya kerta tha (Buqari, Tirmizi)

13.Hazrat Abu Hurera (R.A) 5376 Hadeeso ke Hafiz theay.


Important: Yaad Rakhiya es khisam aur bhi bohath sey daalail Moujud hain per 
es waqt sirf Mouzu ke taawilat ke khauf say muqtasar say pesh kiye hain. 
Jin say saaf zahir hain ke Mohammed (pubh) Apni zindagi mey hi apni hadeeso 
kou khas ehtemam say mouqa ba mouqa likhwaya kerte theay, Sahaba Ikram ney
En Hadeeso kou jama aur Mehfooz kiya hain jis ke Tafseel yeh hain.

1. Sahifa Sadqa key naam say mashoor hain jissey Umro bin al aas (R.A) ney 
Taiyaar kiya tha, esmey Hazaar sey kuch kam hadeesey hain jo Musnad Imam Ahmed
Mey moujud hain.

2. Ek Sahifa Saahiya ke Naam say mashoor hain jissey Hammam bin Munab Hazrat
Abu Hurera (R.A) ke Shagird ney Taiyaar kiya hain, eski Ahadees bhi Musand 
Ahmed mey moujud hain, aur Imam Buqari aur Muslim ney bhi Apni Kitabo mey
Shamil ki hain, es majmua ka Qalmi Nuksa Aab tak Damishq aur Barlan ke Librario
Mey Mehfooz Hain.

3. Musnad Abu Hurera (R.A) ke Naam say yaad kiya jaata hain es mey Hazrat
Abu Hurera (R.A) ke Tamaam Marviyat Moujud hain aur es ka Qalmi Nuksa
Germany ke Library mey moujud Hain. 

4. Ek Sahifa Hazrat Ali (R.A) ke Naam say Mashoor Hain.

5. Hajjatulwida kay Khutbe kou kudh Rasool Allaha ke hukum say likha gaya hain.

6. Sahifa Aaisha (R.A) jissey Umro bin Zubair (R.A) ney Taiyaar kiya tha.


Kitab-e-Hadees Ke Mazeed Tafseel


(1)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Mohammed Abdullah Abdul Rahman Bin Fazal R.A
Weeladat : 180 Hijri
Waafat : 255 Hijri
Total Age : 75 Years
Sakin : Samar Khand
Name kitabe Hadees: Darami

(2)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Abdullah Mohammed bin Ismail Buqari (R.A)
Weeladat : 194 Hijri
Waafat : 256 Hijri
Total Age : 62 Years
Sakin : Buqara
Name kitabe Hadees: Buqari Shareef

(3)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Dawood Sulaiman Bin Ashas (R.A)
Weeladat : 202 Hijri
Waafat : 275 Hijri
Total Age : 73 Years
Sakin : Basra
Name kitabe Hadees: Abu Dawood


(4)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abul Hasan Muslim bin Hujam (R.A)
Weeladat : 204 Hijri
Waafat : 261 Hijri
Total Age : 57 Years
Sakin : Neshapur (Kharasan)
Name kitabe Hadees: Muslim Shareef

(5)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Eesi Mohammed Bin Eesi Bin Surah (R.A)
Weeladat : 209 Hijri
Waafat : 279 Hijri
Total Age : 70 Years
Sakin : Tarmaz
Name kitabe Hadees: Tirmizi

(6)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Abdullah Mohammed Bin Yazeed Bin Marjar baaie 
Weeladat : 209 Hijri
Waafat : 273 Hijri
Total Age : 64 Years
Sakin : Iraq (Kharyen)
Name kitabe Hadees: Ibne Maaja

(7)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abdul Rahman Bin Ahmed Bin Shoaib (R.A)
Weeladat : 215 Hijri
Waafat : 303 Hijri
Total Age : 88 Years
Sakin : Qharasan
Name kitabe Hadees: Nisai

(8)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Hassan Bin Ali Bin Omar (R.A)
Weeladat : 305 Hijri
Waafat : 385 Hijri
Total Age : 80 Years
Sakin : Baghdad
Name kitabe Hadees: Darulkhitni

(9)Muhadees Ka Naam: Hazrat Abu Bakar Ahmed Bin Hussain (R.A)
Weeladat : 384 Hijri
Waafat : 458 Hijri
Total Age : 74 Years
Sakin : Baheqi (Neshapur)
Name kitabe Hadees: Baheqi

(10)Muhadees Ka Naam: Hazrat Shaik wali uddin Mohammed bin abdullah Khateeb (R.A)
Weeladat : 435 Hijri
Waafat : 516 Hijri
Total Age : 81 Years
Sakin : Muru (Tabeez)
Name kitabe Hadees: Mishkat

Note: Mashoor Kutub-e-Hadees Darj Ke gai hain en ke aalawa aur bhi Hadees ke kitabe likhi gai hain

(*) Hazrat Shaik Abdul Qadir Jeelani (R.A) 
Weeladat: 470 Hijri
Waafat: 561 Hijri
Total Age: 91 Years
Sakin : Baghdad (Iraq)
Name of Books: Ghaniyatul Taleebin, Fateh Rabbani

Shaik Abdul Qadir Jeelani Ney Apni Kitab Fatuh Al Gayeb Mey Kitni Zabardast
Nasiyat waa Hidayat Farmai Hain aur who yeh hain.

(*) Quran aur Hadees kou Apna Imam Bana lou aur ghouro fikr ke saath en ke 
Mutala kiya karo edher udher ke bahes, takrar aur Hiras ke baaton mey
Naa phas jao, sirf Kitab Allaha Aur Sunnat-e-rasool (pubh) per Amal karo.
Aur Haqeeqat Samjho ke Quran ke Aalawa hamare pass Amal ke Qabil koi Kitab
Nahi hain aur Hazrat Mohammed (pubh) ke Siwa hamara koi Rahebar nahi jis
ke hum tabdari kare. Kabhi Quran aur Hadees ke daire say baaher naa jaana
Warna khawaish nafsani and Aghawa-e-shaitani Tumhe seedhe raaste say bhatka
deange, yaad Rakho Insaan Auliya Allaha aur Abdaal ke Darje per bhi Kitab
Allaha aur Sunnate Rasool (pbuh) per Aamal Kerne say hi Pahuch sakhta hain
(Fateh Al Ghaeb)

Taqleed Shaksi Ke Tareef

(*) Muqaliq ke Daleel es ke Mujtahid (Imam) ka Khoul Hain, Naa woh Kudh
Tahqeeq Tahqeed Ker sakhta hain aur Naa Apne Imam ke Tahqeeq Per Ghour
Ker sakhta hain (Muslim al saboot Mujtabani)

(*) Hazrat Mulla Ali Qari Hanfi (R.A) Farmate hain, Ghair-e-Nabi (Imam) Key
Khoul kou bhaghair Daleel Maana Taqleed Hain (share Khaseeda Aamali)

(*) Naa koi Fatwa Diya Jaye aur Naa hi Aamal kiya jaye Mager Faqat Imam ke 
Khoul per (Durre Muqtar Jild Awwal)

Chouthi Saadi Hijri

Tawleeq Shaksi ke Ebteda Chouti Saadi Mey hui (Aalamul Muquaeen Jild 1 Page # 222)

(*) Tazkaratul Ahfaz Page Page # 202 Mey hain ke Rasool (pubh) say Lay kar
Teeno Zamano Qairul Quran Tak Taqleed ka wajood hi naa tha, Khairul Quran
Kay Baad Taqleed ka Wajood Paya jaata Hain, Chouti Saadi say Cheeti Saadi Tak
Esi Tarha Taqleed Ka Silsila Raha.







Paanchvi Saadi Hijri

List Of Few Fiqah Books

(1) Name of Book: Khaduri (Fiqah Ke Paheli Kitab)
San Tasneef : 428 Hijri

(2) Name of Book: Heedaya (Fiqah ke Moutabar Kitab)
San Tasneef : 593 Hijri

(3) Name of Book: Qazi Kha
San Tasneef : Cheeti Saadi

(4) Name of Book: Fatawa Al Wahiya
San Tasneef : Cheeti Saadi

(5) Name of Book: Maniya
San Tasneef : Saathvi Saadi

(6) Name of Book: Qaniya
San Tasneef : Saathvi Saadi

(7) Name of Book: kanzal Al daqalaq
San Tasneef : 710 Hijri

(8) Name of Book: Share wiqaya
San Tasneef : 745 Hijri

(9) Name of Book: Nihaya
San Tasneef : Aathvi Saadi

(10)Name of Book : Aanaya
San Tasneef : Aathvi Saadi

(11) Name of Book: Tehtavi
San Tasneef : Aathvi Saadi

(12) Name of Book: Jamia Al Ramoz
San Tasneef : Aathvi Saadi

(13) Name of Book: Fateh Al Qadeer
San Tasneef : Navi Saadi

(14) Name of Book: Bazazia
San Tasneef : Naavi Saadi

(15)Name of Book: Khilasa Keedai
San Tasneef : Naavi Saadi

(16)Name of Book: Haaliya
San Tasneef : Naavi Saadi

(17)Name of Book: Behraer raqaeeq
San Tasneef : Dasvi Saadi

(18)Name of Book: Ghaniyat
San Tasneef : Dasvi Saadi

(19)Name of Book: Tanveer Ala Absaar
San Tasneef : Dasvi Saadi

(20)Name of Book: Zaqeeratul Aqbi
San Tasneef : Dasvi Saadi

(21)Name of Book: Durr-e-Muqtar
San Tasneef : 1011 Hijri

(22)Name of Book: Fatawa Khairiya
San Tasneef : Giarwi Saadi

(23)Name of Book: Fatawa Alam Giri
San Tasneef : 1118 Hijri

(24)Name of Book: Mala Bud Mina
San Tasneef : 1225 Hijri

(25)Name of Book: Baheshte Zevar
San Tasneef : 1225 Hijri

(26)Name of Book: Maraqi Al Falaha
San Tasneef : Terahwi Saadi

(27)Name of Book: Umdatul Aryaat
San Tasneef : Terahwi Saadi

Note: En mashoor Fiqah Ke Kitabo Ke Alawa Kuch Aur Keetabe aur bhi hain.











Saathvi Saadi Hijri

* Saathvi Saadi Hijri Mey Paheli Martaba Char Qazi (Nisbate Aaima) Muqarar
Kiye Gaye, aur rafta rafta Muqaleedin ke Taadat Badhti gai aur Salatin ka
Meelan bhi Taqleed hi Ke Taraf Hou Gaya. Her Ek Baadesha Apne Hum Khayal kou
Qazi Muqarar kerta aur her ek Firqa apne apne Mazhab kou faruq deyta gaya.
Naaiz ek doasre kou malgub kerne ke tadbeere kerne lage.
Baala Aakhir Shah Babres Ney 665 Hijri Misr waa Khaira mey Char Mazhab ke 
Char Qazi Hanfi, Maliki, Shafai, Hambali Muqarar Kiye, Yehi Tareeq Jaari hou
Gaya, es kou Sarkari tour per Charo mazhab kou bar haq Tasleem ker liya gaya.
es tarha Char Mazhab Islam Daqil Kiye Gaye.

Note: Ek Din-e-Islam ke char Tukde ker diye gaye, Yeh Nisbate Aaima Saathvi
Saadi Hijri say shru hui, Aathvi saadi Hijri bhi Esi Haal mey guzri.

Naavi Saadi Hijri

Char Musale (Nisbate Aaima) Kaabe Mey Qayam Ker diye gaye, Chunache Aawayal
Naavi Saadi Mey Chara kiya ka Sultan Faraq Bin Barqooq ney Kaabe Kay Ahtaye
Mey Musale Ibrahim Ke Aalawa Yeh Naya Ejad Char Musale Hanfi, Maliki, Shafai,
Hambali Qayam Ker diye. Es ke baad en Charo Musalo kou Dakil-e-Din Samjha 
Jaane Laga (Aalaa Shokani (R.h) Farmate hain ke es Zamane ke Ahle Ilm nay
eske Shadeed Muqalifat Ke. (Aala Irshad Page # 58)

Note: Yeh Naye Ejad Kiye Huwe Char Musale 9 Hijri Say 13 Hijri Tak Barabar 
Qayam Rahe.

Choudvi Saadi Hijri

Charo Musale (Nisbate Aaima) Barkhast Kiye Gaye, Bani Saudia Hukumat 
Shah Abdul Aziz nay 1343 Hijri mey Barkhast kar ke sirf ek Musala-e-Ibrahim
jo Ebteda-e-Islam Say tha Hasab Sabiq Barkarar Rakha jo Aab tak moujud hain
Es Musale say hi Tamaam Namaze Ada hoti hain (Alhamdullillaha)

Note: Aziz Dosto Hum Ney yeh ek choti si koshish ke hain ke aap kou 
Daleel ke saath kuch Taqleed ke Bare mey roshni daali agar aap sirf
Tahkeeq ke neeyat say essey dekheange tou aap kou malum hou jayega ke
Kya hum kisi maslak , kisi jamat yaa kisi aur ke Taqleed jayaz hain yaa
Hamey Her Masle mey Quran aur Hadees ke Taraf Ruju hona hoga ?









Ahkamat-e-Rabbani (Quran say)

(*) Mohammed (pubh) ke Zindagi Tumhare Liye ek umda aur Mukamil namuna
hain (Sure Ahzab Aayat # 21)

(*)Jis Ney Rasool Mohammed (pubh) ke etaath ke Dar haqeeqat usne Allaha ke
Etaath ke (Sure Nisa Aayat # 80)

(*) Kasam Hain Tere Rub ke Yeh Momin Nahi Ho Sakhtey Jab tak yeh Tujhe 
aapas ke Jhagdey Mey Hakim Naa Maan ley aur phir jo hukum Tum Lagado essey
azaad naa hou, Balke Purey Tour Per Essey Maan lay. (Surey Nisa Aayat # 65)

(*) Aaye Iman Walo! Islam Mey Purey Ke Purey Dakhil hou Jao aur Shaitan ke
Pairwi Math Karo kyu ke woh Tumhara Khula Dushman Hain (Surey Baqra aayat # 208)

(*) Agar Tum Allaha say Mohabaat Rakhte hou tou meri Eteba karo, Khuda tum
Say Mohabaat karega, aur tumhare Gunaha Maaf kar dega, Khuda Bakshne wala
Maherbaan Hain (Surey Al Imran Aayat # 13)

(*) Aaye Iman Walo! Allaha aur Rasool (pbuh) aur apne mey say Farmabardaro
Ke Taadari karo, Phir Agar Kisi Mamele Mey Jhagda Aa Padey tou es kou Allaha
Aur Rasool (pbuh) ke Taraf Phair dou, agar tum Allaha Aur Qayamat per Yaqeen
Rakhte hou (Surey Nisa Aayat # 59)

(*) Aaye Iman Walo ! Allaha aur Es ke Rasool (pubh) ke Etaath karo, aur apne
Aamal Barbad naa Karo (Surey Mohammed Aayat # 33)

Note: Insha Allaha Quran ke en aayato say yeh saabit huwa ke Rasool (pubh)
ke Aalawa kisi ke Tabadari kerna Durust nahi Allaha hum sub kou Toufeeq
day ke hum Sirf Quran aur Sunnat per Aamal Karey (Aameen)


Aaiye Aab Kuch Hadees Sune

(*) Tum Mey Say koi Momin Nahi ho Sakhta Jab Tak Mey eske Nazdeek Eske
Waalidain, Aulaad, aur Tamaam Logo Say Ziyada Mehboob Naa Hou Jaoun
(Buqari Kitabul Iman Page # 7)

(*) Jis Ney Meri Sunnat Say Mohabbat Ke Goya usne Mujh Say Mohabbat ke
Aur Jisney Mujh say Mohabbat ke woh Mere Saath Jannat Mey Hoga (Tirmizi, Mishkat)

(*) Jo Meri Sunnat Say Rugardani Karega woh Mujh say Nahi- Yaani Meri Ummat
Mey eska Shumar Naa Hoga (Buqari, Muslim aur Mishkat)


(*)Agar Tum Meri Sunnat kou Chode dou gey tou Gumrah Balki Kafir hou Jao gey
(Mishkat)

(*) Mey Tum mey do Chize Chode jaa raha hou jab tak tum En dono kou Mazbuti
say Thamey Rahogey Hazgiz Gumrah naa hogey (woh Do Chize Allaha ke Kitab Quran
aur eske Rasool ke sunnat hain) (Mishkat)

(*) Hazrat Abu Hurera R.A Riwayat kerte hain ke Rasool (pubh) ney Farmaya
jis ney Meri Ummat ke Fasad ke Zamane mey meri Sunnat per Mazbooti say Aamal
Karega ussey 100 Shaeedo ka Sawab Mileyga (Mishkat, Behqi)

Note: Insha Allaha En Hadeeso say Sabit huwa ke Quran aur Hadees per Aaamal
kerne ke siwa Doasra koi raasta Nahi, Yehi hamara maslak hain.


Hamara Watan Jannat Hain

Hamara Watan Jannat jo Hameshage wala Rahamat ka Muqam Hain

Allaha Talha ney Hazrat Adam (pubh) kou Bana kar En ka Muqam Rehaish Jannat
Qarar Diya, Aur Adam ke Peeth say En ke Aulaad Nekali (Yani Qayamat tak paida
hone wali Ruhey)kudh enko enka Gawah Bana diya, jab Allaha Talha ney Saawal
kiya ke Mey Tumhara Parwarish kerne wala nahi hou ? Tou Sub ney jawab diya
ke Beshak tou hamara rub hain.

Aur Tamaam Malaika Waghaira kou Hukum-e-Khudawandi huwa ke Aadam kou Sajda
Karey, es hukum ke Farma Bardari Tammam Malaika ne ke, Sirf Shaitan ney naa
Farmani ke, jis ke wajha say woh Laanati huwa, Aur Jannat say nekala gaya.
Shaitan AZal say hi Insaan ka khula Dushman Hain, esi Shaitan ney Adam kou 
Allaha Talha ke Hukum ke Khilafwarzi per bhadkaya jo Adam (pubh) say Allaha
ke Hukum ke Naa farmani hui, esbina per Adam (pubh)kou enke Paidaishi watan
Jannat say Zameen per utara gaya kuch Mudat ke Baad woh Touba Astaghfar ker ke
Allaha ke farmabardari ke saath Zindagi Guzar ker es duniya-e-fani say apne
watan Ruqsat Huwey, es lehaz say hamara Asli Watan Jannat Hain.

Mere Aziz Dosto Hum Aakhri Nabi Mohammed (pubh) ke Ummati hain aur Khair-e-ummat
ke Laqab say Nawaze Gaye hain, aur hamara watan Jannat hain, tou kya yeh
Tammana nahi hain ke Hum Apne Watan Jannat kou Wapas Jaye ? Jawab Sub ka ek hi
hoga ke beshak hum apne watan Jannat mey Jaane ke Arzoomand hain, tou phir 
arz karunga ke Farmane Khuda wandi Hain.

(*) Ussi ke Pairwai karo jo Tumhare Rub ke Jaaneb say Utara Gaya hain, eske 
siwa aur Rafeeqo ke Tabdari mey naa lag jaana (Surey Ahraf Aayat # 3).

essey saaf zahir hain ke hum quran aur hadees per Aamal kar ke seedha raasta
tay kerte huwe es duniya say apne asli watan Jannat kou wapis hou jaye es aayate 
Kareema ke roshni mey kisi kou yeh haq hasil nahi hota ke Quran aur Hadees kou
Chode kar kisi Ummati ke Pairwi karey.


Raahe Jannat

(*) Abdullah bin masood (R.A) Riwayat kerte huwe kehte hain kay Mohammed (pubh)
Ney Hamare liye ek (seedha) khat keecha, phir farmaya ke yeh Raah Allaha ke
Hain, Phir Aap ney seedhe khat ke daaye baaye kuch (teerchey) khat keecheay
aur Farmaya yeh Raahey hain en mey say her raah per shaitan Hain jo Pukarta
Hain es raah ke taraf phir Mohammed (pubh) Ney Quran ke yeh aayat padhi
Tarjuma: Aur Tahqeeq Yeh Hain Rah Meri Seedhi Bus Pairwi Karo es ke 
(Surey Inam Aayat # 153)

Note: Jo Naksha Mohammed (pubh) Ney keecha woh hadees ke keetab
(Ahmed, neesai, aur darmi mey hain) yeh hadees bhi wahi say lee gai hain.

(*) Hazrat jaber R.A say Riwayat hain kehte hain ke Hum Mohammed (pubh) ke
Kidmat Mey bhaite huwey theay ke aap (pubh) ney ek Seedhi Lakheer Keechi
Phir do Lakeere (Teerchi) eske Daaye aur do Lakeere (Teerchi) eske Baaye
Keechi phir darmiyani (seedhi) Lakeer per haath rakh kar farmaya yeh Allaha
ke Raah Hain (Ibne Maja).

Note: woh Naksha Ibne Maja mey moujud hain.
En Dono Hadeeso waa shukul ka matlab ek hi hain Mohammed (pubh) ney
Darmiyani seedhi Lakheer kou Allaha ke Raah Kaha hian.

(*) Rasool (pubh) ke Etaath Allaha ke Etaath hain (sure Nisa Aaayat # 80)

Es aayate kareema say Allaha Ka enkeshaf hou raha hain ke Rasool (pubh) ke
Pairwi kerna aur enke Naqshe Qadam per Chalna Gooya Allaha ke Raah per chalna
hain, es tarha say Rasool (pubh) khoul waa fail ke Raah Taa Qayamat raah Amal
hain, aur essey saaf Zahir hota hain ke Quran aur Hadees ke Raah Jannat hain
aur en hi per aamal ker kay Jaanat mey Daqil hou Jaye.

(*) Quran aur Hadees Maqsade Zindagi hona chaiye, chuke yeh Duniya Mahulat ka
Muqam hain, es kou Ek Roz Chodna hain, esliye Zindagi ke Tamaam Manazil
Kitab-o-Sunnat ke Mutabiq tay kerte huwe Aakhri Saans chodna hi Kaameyabi
ke Manzil hian aur woh Aakhri Manzil Jaanat hain.
Paigham-E-Elahi 

(*) Aay Iman Walo Apne aap kou aur apne Ahlo Aayal kou Dozaq ke 
Aag say Bachao. (Surey Tahreem Aayat # 6)

Tashree: Roz-e-qayamat es ke Baaz paras hogi, es neejat ke liye, Islami
Taleem waa Tarbiyat say Apne Ahlo Aayal kou waqif kara ke Baa Aamal Banane
ke Koshish karey, yeh Sadare Khandan ke Bohath Ahem Zimmmedari hain aur 
Hidayat dena Allaha ke Eqtiyaar mey hain hum sirf koshish ker sakhte hian aur
Duwa ker sakhte hain.

Paigham-E-Rasool

(*) Rasool (pubh) ney farmaya ke baap apni aulaad kou ju kuch deyta hain
es mey sub say bahetar aatiya eske acchi taleem aur tarbeeyat hain. (Tirmizi, Mishkat)

Explanation: Waaliden ka Bahetareen Aatiya Aulaad ke Saahi Taleem wa Tarbiyat
hain Islam ney Baccho ke Taleem wa Tarbiyat kay silsiley mey bohath hi Takeed
Ka hukum diya hain, es hadees ke maine yeh nahi hian ke koi aatiya hi naa
diya jaaye yaa jayedad warsa mey naa chode jaaye balke avaliyat aur sub say 
ziyada Ahmiyat Taleem aur Tarbiyat kou dee jaaye.



Apne Aamal kou Zaya naa Karo

Kafir aur Musalman mey Taqabil key silsiley mey ek baath aarz ker dena zaroori samajhta hou, woh yeh ke Aakhirat ka Inkar kerne wala Kafir Kitna bhi Naik Kam Kare es kou Sawab nahi milta, Balke Duniya hi mey kuch Naseeb hou jaata hain Bar Khilaf es ke Aakhirat ka Eqrar kerne wala Musalman Agar Quran aur Hadees ke Mutabik Aamal Naa Karey tou eska koi naik kam Khuwa woh kitna hi Bahetar hou Allaha Talaha ke pass Khabil-e-khubul nahi hota aur naa es kou jannat naseeb hoti hain.

Ek Guzarish

Hum Allaha say duwa kerte hain ke aay Dilo kou phare wale Tamaam Musalmano ke Dilo kou apne Khalis Islam ke Taraf Aamal kerne ke taraf Phare day aur Hamey Hidayat Naseeb Farma (Aameen)

Hamari Aap sub say yehi Iltija hain yehi guzarish hian yehi khawaish hain
yehi darkhast hain yehi hamari daawat hain yehi hamara manhaj hain key hum Apne Tamaam Tar Eqteelaf kou meeta kar ek hou jaye aur Firqa Parasti say baaz aa jaye balke ek hou ke ek Allaha kay Deen kou Phaylane mey lag jaye, yaad rakho kay Allaha kou hamari zaroorat nahi hain balki hum kou Allah ke rahem-o-karam ke zaroorat hain, mere bhaiyo naa hum kisi firqey kou maante hain naa kisi jamaat kou, hum ney apna Imam sirf aur sirf Mohammed (pubh) kou maana hain, Allama Iqbal ney kaha tha, Firqa Parasti hain kahi , aur kahi zaatey hain kya zamane mey Panap ney ke yehi baatein hain, agar aap kou es mey kahi kuch ghalat nazar aa jaye tou hamari eslah zaroor ker di jiyega, Allaha aap kou jaza-e-khair deygaa, Allaha hum sub kou Quran aur sunnat pay Aamal kerne ke Naik toufeek ata farmaye (Aameen) 

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
I Really Don't understand CONFESSIONS Or anything like that and the major reason behind it is most people disclose their evil doings to others,crushes,sins,pyar shyar etc ki baatein which is not so proud thing do..Jab Allah Ta'la humari khamiyon par parda date hain to Y should we go and shout out our faults or sins or wht ever it may be to d ones whom we dont even know or have anything to do wid us..
And if you have done something gud dn Your Allah is enough to know about it... :-)
What say people, tell me if I am wrong.....

=sadaf=

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) ✽ BismillaahiRRah­­maaniRRaahiim ✽

Seorang lelaki berkata "Sampai kiamat gak bakalan ada Istri Sholehah dan saya menjawab. "Ya betul.. sampai kiamat gak bakalan ada Istri Sholehah bagi lelaki yang tidak meyakini, yang telah ditutupi mata hatinya sehingga tak mampu melihat wanita yang baik karena Allah hanya akan memberikan perhiasan terindah itu bagi hamba-Nya yang bertaqwa"

Maka jangan pernah menyalahkan wanita, karena jika memang sudah tidak ada wanita sholehah itu karena tidak ada lelaki sholeh yang mau membimbingnya."

Bener pa nggak ya?? ^_^

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) mengapa perempuan yg gak pake jilbab itu keliatan HOT
Dan perempuan yg pake jilbab itu kelihatan cantik.

karena....
neraka Itu HOT..
Dan surga itu CANTIK..

Betul engga? :)

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) Ketika kita memandang seseorang dari sisi buruknya saja, maka kita akan selalu menilai orang itu selalu buruk meskipun dia berbuat kebaikan yang mulia. Jika kita melihat hanya sisi baiknya saja, maka kita akan selalu menilai orang itu selalu baik meskipun dia berbuat kejahatan yang paling kejam. Lihatlah orang lain dari 2 sisi, maka penilaian anda terhadap org lain menjadi lbh objektif dan jujur apa adanya.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) Dunia Fana shared Manchester United World's photo.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
PK dan PKS di Indonesia
(Nurmahmudi Ismail, Hidayat
Nurwahid, Tifatul Sembiring
“Sang Mu’ashil”, Luthfi
Hasan Ishak dan Muhammad
Anis Matta “Sang Tathwir”) Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak
masyarakat karena pendiri- pendiri partai, pemimpin- pemimpinnya dan kader- kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan- kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2003 Partai Keadilan
berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah
dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur. Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya. Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus
berlanjut dan berkembang hingga saat ini. Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz
Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS. Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging. Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah. Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini. Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. [] Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.Pdi
(Sang Dhaif) ♥ Misteri Nama Di Balik Nomor HP Anda


Caranya Ambil 3 Angka Terakhir
Nomor HP Kamu.
Contoh : 888
Tulis => @#[888:]
Hapus Tanda ( # )

Ayoo Silahkan Coba Sebanyak-Banyak
nya Di Komentar Sobb...!!! (^_^)






comments powered by Disqus

(C) 2012 World Life Networks, LLC | Contact & Support | FAQ | Advertise

API: Archiver API

Member Sites: Animals I Love | Archiver | Birthplace | Cab Dialer | Life Social | QR Maker | VBX Connect | What's Public | Public IP | TXT by E | Noozly | Restate It | Web Navigator | Secure Password Maker | Current Time | Appaholic | If You Will It Jobs | Grocery Deals | 2 Things I Love | Things You Say To Your Best Friend

Member Content Sites: She Look Dumb | Stuff My Mom Texts

Sites You Should Visit: Biz Scrambler | Apps Over Easy Inc. | Website Thumbnails by PagePeeker.com

If you would like more information about your choices as it relates to advertising and behavioral targeting, Click here

Creative Commons License

Information provided in part by Status.net sites and Identi.ca.
Status.net and Identi.ca content and data are available under the Creative Commons Attribution 3.0 license.
Definitions and suggestions






loading...