Top reza anugrah News
Noozly, Social News since 2009
Login Set up email alerts for "reza anugrah"
Top Searches
Movies
Sports
Video Games
Bands
Search

Top reza anugrah News


rezaanugrah.com could be available! Click to Check









Historical
Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Transfer Energi Positif Waskita Reiki malam ini Jam 22.00. Bagi siapa saja yang ingin mengikuti TE boleh dan gratis. Caranya mudah, cukup posting nama Kota, awali PK (Kecerdasan) P (Penyembuhan). Semoga semua peserta TE yang saat ini sedang sakit cepat sembuh. Yang sehat semakin sehat dan sukses. Aamiin.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
#INFO

.
.
.
.
.
.
.

Like and Coment yaa :)

.
.
.

Besok, tanggal 16 Agustus 2013, @SMASHindonesia bakal balik perform ! Yeay :) tapi tetep tanpa ka morgan :)
Yuk pake hastag #WeMissSMASH yaa :)

Ekkha

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
oh ya, ini aku bawa cerpen baru. ingat lho, ini karyaku sendiri. aku nggak copas karya orang lain :)

Judul: Masa Kecil Mereka

“Ih ... tan atu duluan” kata seorang anak kecil dengan tampang polosnya.
“Enda mau, itu aku duluan” jawab yang lainnya.
“Ima .. itu, atu duluan” katanya pada sahabatnya yang biasa di panggil Ima oleh dirinya.
“Aku ih ..” jawab Ima.

Perkenalkan, anak kecil yang tidak bisa ngomong huruf “K” tadi, bernama Dicky Muhammad Prasetya atau di panggil Dicky. Dan, yang enggak bisa ngomong “G” atau yang dipanggil Ima itu bernama lengkap Bisma Karisma.

Saat ini, mereka berdua sedang berada di sebuah taman kanak-kanak. Wajah mereka begitu polos hingga gampang untuk dibohongi.

“Anak-anak, sudah dong, jangan pada bertengkar” lerai seorang guru taman kanak-kanak yang bernama Dina. Lebih tepatnya Pramudina Afra Narudana.
“Ibu, atu tan yang main robot-robotan duluan” kata Dicky.
“Endak bu, Dicky bohon” jawab Bisma.
“Sudah-sudah ... biar lebih adil, ibu kasih satu robot lagi. Gimana? Mau enggak?” tanya Bu Dina sambil menunjuk sebuah mainan robot-robotan.

Bisma menganggukan kepalanya. Lalu, Bu Dina memberikan mainan robot-robotan itu pada Bisma. Hey .. lihatlah! Sepertinya Dicky terlihat tidak senang. Mungkin, ia iri dengan Bisma yang diberi mainan robot-robotan oleh Bu Dina.

“Bu, atu mau itu” kata Dicky sambil menunjuk mainan robot yang sekarang sedang dipegang Bisma.
“Kan, kamu sudah dapat” jawab Bu Dina.
“Engga mau, atu maunya itu” rengek Dicky.
“Bisma, kamu kasih ya, mainannya ke Dicky!” suruh Bu Dina.

Namun, Bisma hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan aktifitasnya yaitu, bermain robot-robotan. Karena keinginannya tidak di penuhi, akhirnya Dicky menangis.

Guru taman kanak-kanak lainnya, menghampiri Bu Dina yang sepertinya kewalahan untuk menenangi Dicky.

“Ada apa ini, bu?” tanya seorang laki-laki dengan suara bass-nya. Sebut saja namanya Muhammad Reza Anugrah atau yang biasa di sapa oleh murid-murid taman kanak-kanak Pak Eja.
“Ini pak, Dicky mau tuker mainannya ke Bisma. Sedangkan dia sudah punya robot-robotan” jawab Bu Dina. Sedangkan, Pak Eja hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Ia lalu menghampiri Dicky dan berjongkok agar tingginya sama dengan muridnya yang paling imut itu.

“Dicky mau robot-robotan?” tanya Pak Eja.
“Mau ..” jawab Dicky sambil menganggukan kepalanya.
“Ini robot-robotannya” kata Pak Eja sambil memberikan mainan robotan pada Dicky. Hust .. tahu tidak, sebenarnya, robot-robotan yang diberikan Pak Eja itu, mainannya Dicky sendiri lho. Hehe ...
“Matasih, pa” kata Dicky.
“Sama-sama. Sudah ya, kalian jangan bertengkar lagi? Kasihan tuh, Bu Dina kewalahan” kata Pak Eja.
“Dicky duluan tuh pak” kata Bisma menunjuk Dicky.
“Butan Dicky, tapi Ima duluan” kata Dicky.
“Sudah, kalian salah semua kok” jawab Bu Dina.

Setelah itu, Bisma dan Dicky kembali bermain robot-robotan yang mereka berdua miliki. Sementara Bu Dina dan Pak Eja, mereka tersenyum melihat Bisma dan Dicky yang telah akur.

“Bu, Ima mau tidur” kata Bisma sambil menguap.
“Dicky juga mau bobo bu” sambung Dicky.
“Ya sudah, ayo masuk ke kamar!” suruh Pak Eja.

Dicky dan Bisma hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju kamarnya. Mereka sih punya rumah dan masih memiliki orang tua. Namun, karena orang tuanya sibuk, jadi dititipkan deh ke sekolahnya. Biasa lah, orang tua Dicky dan Bisma itu kaya. Orang tuanya Dicky itu, adalah orang terkaya nomor lima di Indonesia. Sedangkan orang tua Bisma, adalah orang terkaya nomor sembilan di Indonesia dan nomor tiga puluh di Dunia. Waw ... hebatnya.

Flash Back Off

“Haha ... masa kecil kalian berdua lucu ya” ledek seorang perempuan yang saat ini mengenakan rok berwarna biru.
“Haha ... iya dong. Bisma Karisma gitu lho” jawab Bisma dengan percaya diri.
“Dicky Muhammad Prasetya, orang terimut nomor satu di Indonesia dan di dunia ini” kata Dicky dengan percaya dirinya.

Ternyata, Bisma dan Dicky sekarang sudah besar lho, teman. Mereka berdua sudah duduk di kelas delapan atau di kelas dua Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Namun, sekolahnya itu sekolah sihir.

Pasti, kalian pada bertanya kan, perempuan yang tadi berbicara dengan Bisma dan Dicky itu siapa? Dia itu namanya Clarynta
Amanda atau Lala. Ia adalah sahabatnya Bisma dan Dicky.

“Eh .. kalian semua lagi ngapain sih? Sampai asyik begitu?” tanya seorang lelaki datang menghampiri Bisma, Dicky dan Lala.
“Ini, aku lagi dengerin ceritanya Bisma dan Dicky. Bisa di bilang, cerita masa kecilnya gitu, Ham” jawab Lala pada seseorang yang di panggil “Ham” itu. Atau, nama lengkapnya itu Muhammad Ilham Fauzie Effendi.
“Emangnya, ceritanya gimana?” tanya Ilham penasaran.
“Jadi tuh, Bisma sama Dicky saat masih kecil rebutan mainan. Robot-robotan tuh. Haha” jawab Lala sambil tertawa.
“Diam dong, La” kata Bisma dan Dicky berbarengan.
“Enggak ah, aku mau cerita dari awal sampai terkahir ke Ilham” jawab Lala.
“Gimana sih, ceritanya La?” tanya Ilham.
“Jadi, ceritanya di sebuah taman kanak-kanak, Dicky lagi asyik main robot-robotan. Nah, tiba-tiba saja, Bisma datang menghampiri Dicky dan langsung ngambil mainan yang lagi di mainkan sama Dicky”

Belum selesai Lala bercerita, Bisma sudah menutup mulut Lala dengan tangannya sendiri.

“Emangnya beneran ya, Cky?” tanya Ilham.
“Bohong tuh, Ham. Kamu mau saja di bohongin sama Lala” jawab Dicky berbohong.
“Oh, ya sudah yuk, kita masuk ke dalam kelas! Sebentar lagi masuk lho” ajak Ilham sambil terbang meninggalkan Bisma, Dicky dan Lala.

Lala langsung menyusul Ilham. Bisma dan Dicky bernapas lega karena Lala tidak selesai menceritakan semuanya kepada Ilham.

“Huft ... untung saja, Lala tidak jadi menceritakannya kepada Ilham ya, Cky?” kata Bisma.
“Iya Bis, untung saja ya” jawab Dicky.
“Ya sudah yuk, kita masuk ke dalam kelas!” ajak Bisma.

Dicky pun mengangguki kepalanya dan terbang mengikuti Bisma hingga masuk ke dalam kelas dan belajar sesuai mata pelajaran hari ini hingga bel pulang berbunyi. Waw ... hebat sekali ya, Bisma dan Dicky bisa terbang.

Sepertinya, Ilham penasaran tuh sama cerita masa kecilnya Bisma dan Dicky. Haha ... yang sabar ya, Ham, pasti kamu nanti tahu kok apa ceritanya. Kan kalau kita merahasiakan sesuatu, pasti rahasia itu akan terbongkar juga kan? Kamu tinggal tunggu waktu saja deh, pasti nanti tahu, apa cerita masa kecilnya mereka berdua.

END

Gimana ni smashblast? jelek ya, ceritanya? maaf deh, soalnya aku hanya penulis yang amatiran. tolong kasih like dan comment dong, oh ya buat yg nggak suka sama aku, bilang aja ya :)

@Zahrah_Anrose *follow atuh smashblast, mention for follback*

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)

***
Reza kini udah Sigma. Memakai pakaian simple celana pendek juga kaos putih dan memakai kacamata hitam. Kini Reza bergegas buat keVilamu dan Bisma dg menaiki motor milik Ilham.
"Baru kali ini gue punya cewe terus gue ngintilin pergi"Gumamnya smbil naik motor lalu memakai helm
"Rara? Haha. Cuma Rara Anugrah yg bisa meluluhkan hati seorang Reza Anugrah siGanteng Maut"Gumamnya lagi lalu bergegas melajukan motornya.

***
"Haha, ketawanya heboh bget syang"Tawa bisma menggelegar saat ngajak sang jagoan nya main lempar2an bola2 kecil yg ada dikamar
"Papa, nih"Alvi smbil mengasih bola pada bisma
"Lempar ath, tuh lempar tuh ke mama de"Bisma saat kamu lg duduk dilantai smbil memakan cemilan juga nonton tv sdangkan bisma dan alvi berada diatas ranjang
"Ayo de lempar mama pake ini nih"Bisik bisma lalu mengasih bola kecilnya pada alvi terus sama2 melemparkannya padamu membuat alvi ketawa sdangkan bisma pura2
"Eh siapa yg lempar ini sma mama"Kamu mendekatinya
"Papa"Alvi
"Eh kok nyalahin papa, alvi ma papa mah gak"Bisma.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Tittle : Marriage For Love ♥(>̯┌┐<)•°

Cast ::
- Handi Morgan Winata Oey as Morgan
- Margareth Angelina. Tanubrata as angel
- Rafael Landry Tanubrata As Angel Brother
- Bisma Karisma Tanubrata as Angel Father
- Anisa Rahma As Angel Mother
- Ilham Fauzie As Morgan Father
- Cherly Yuliana anggraini as Morgan Mother
- Yefani Filliang as angel friend
- Muhammad reza anugrah as Morgan Friend
- Aqila Herby

Genre : - Happy
- Family
- Romantic
- Conflic (?)

*•*•*•*•*•*•*•*

“Ngel cepetan Nanti Abang telat ” Teriak Seorang Pemuda Tampan , Mungkin lebih tepatnya Tertampan Kedua setelah Ayahnya BISMA KARISMA Tanubrata. Seorang Pengusaha Kaya yang Memiliki Banyak Sekali Beberapa Dapartemnt Store yang luas serta beberapa caffe.....

“Sabar Dikit Bang,bilang aja mau ketemu steffy” Balas seorang gadis Berambut coklat Tua kayu itu dengan gaya kedua tangannya di atas dada..
Angel,lebih Tepatnya Margareth Angelina Tanubrata seorang gadis Adik dari Rafael landry tanubrata, dan hasil dari Buah Perkawinan Bisma & Anisa...

“Sok Tau,Anak kecil Belum tau apa-apa” Balas Rafael menggoda angel,Dengan Senyum evill yang bisa meluluhkan Seluruh gadis Di SMA nya

“Berhenti Memanggilku ANAK KECIL bang!” Ucap Angel memandang rafael Dengan Mata Coklat Tajamnya itu

“Kau Anak Kecil , Kau anak kecil ” Ledek Rafael seperti anak kecil Dengan menaruh kedua Tangannya Di kuping membentuk 5 jari dan Lidah Terjulur keluar

“Bang rafael Aku sudah 17tahun dan Bulan depan umurku 18 tahun Jangan Memanggilku ANAK KECIL!” Ucap Angel Marah yang masih Meninggalkan Semburan Merah Di pipi Chuby Angel

“Biar saja :p ” Ledek Rafael dengan Mengepalkan Kedua tangannya di Dada bidang nya,yang banyak sekali gulungan ABS di dada nya

“RAFAEL!!!” Bentak seorang pria (Hampir) Mulai Tua memanggil Rafael karena ulah Rafael tadi

“Daddy!! Daddyy Bang rafael bandel” Ucap angel Berhambur memeluk Papa nya dan Dibalas Pelukan Oleh sayang nya yang dipanggil Daddy

"Dia ngapain Kamu sayang?" Tanya Bisma Mengusap Rambut Coklat Kayu angel

“Dia terus meledekku Anak Kecil” Ucap angel memanyunkan Bibirnya dan Menunjuk rafael dengan jari telunjuknya

“Dia Meledekmu apa?”Tanya bisma yang masih memeluk angel

“Anak Kecil Daddy!Hukum dia” ucap angel mempererat Pelukannya

“Yee emang bener dia anak Kecil Dad liat saja dia! HUHH” Kata Rafael dengan nada (Mungkin) sedikit sewot dan Di akhiri hembusan Nafas panjang

“Yaudah Kalian berangkat Sekolah sana,ngel ini ulangan Terakhir kamu di sekolah” Balas bisma Yang melepaskan Pelukan dia dan anaknya

“Baiklah Daddy, dimana Mommy?” Jawab dan tanya Angel dengan nada anak kecil

“Di belakang sedang Memasak Dengan Bi ina” Balas Bisma tersenyum manis ke arah anak putri bungsu nya

“Baiklah cepat ya,Daddy dan Bang rafael tunggu di mobil” Ucap Bisma Mulai Melangkah Mendekati rafael

“Baiklah daddy” ucap Angel yang melihat rafael.
Lalu ia Menjulurkan Lidah Cherry manis nya ke arah rafael seperti meledek( mungkin) dan mendapatkan dengusan dari rafael

" Moooomyyyy " Teriak Angel seperti Anak kecil dan Memanjangkan kata "O" nya

"Apa sayang?" Jawab anisa sang mama yang tersenyum ke arah angel tak luput terus memotong Wortel, wortel menjadi Kecil-kecil dan Dengan keajaiban tangan mommy nya menjadi makanan-makanan lezat

“Aku berangkat sekolah ya,Doain sukses ulangan terakhir kuliah ” Ucap angel mendekati Mamanya yang masih sibuk dengan Beberapa bahan-bahan masakan lainnya

“Oh yasudah, My Your Mother Always Pray For you My little Angel ” Ucap anisa Mencolek Hidung Mungil Angel dan tersenyum ke arah Angel

“Byee Mom I love you” Ucap angel mencium Pipi kanan&Kiri Anisa dan Berlari Pergi meninggalkan dapur

“I Love you too dear” Teriak anisa dari dapur agar angel bisa mendengarnya,Tapi angel tak membalas ucapan mama nya... Akhirnya anisa kembali membuat Makanan lezat ajaibnya

******

“Pagi FELLY!!!” Teriak Angel kepada felly yang sedang belajar

“ Aduhhhh >< Angel kebiasaan teriak mulu bikin gue. Kaget. ” Ucap Felly dengan nada cemprengnya,tak lupa tanggannya bekerja Menutup kedua kuping-kuping mungilnya

“Maaf. Feyy,Angel ga bermaksud” Ucap Angel memasang wajah baby face sedihnya dan menyatukan kedua tangannya seperti Berdoa....

“Iya iya ” Ucap felly singkat dan kembali membaca bukunya

“Fell mau ikut ta?” Ajak Angel memandang felly

“Kemana?Traktir Makan di kantin” Ucap felly bersemangat 45 dan menatap angel penuh dengan harapan,yang masih memegang Buku bertuliskan 'BAHASA INDONESIA' yap hari ini ulangan b.indo

“Bukan,Ke kamar mandi” ucap angel Polos,dengan memasang wajah Tanpa dosanya

“Yah kirain mau traktir,Ga ahh kamu saja sana” Ucap felly kembali melanjutkan membaca bukunya

“Yasudah,aku duluan yaa~” Ucap angel berdiri dan berjalan ke arah pintu ruang kelasnya untuk menuju toilet,setelah angel pergi,felly bernafas lega

*****

“Selesai. Juga” Ucap angel yang kini sedang mencuci tangannya yang masih berada dikamar mandi

“Hihihihihihi” Suara Orang ketawa jail memasuki Kamar Mandi Perempuan,dengan sigap Angel langsung bersembunyi di balik pintu kamar mandi,karena di kamar mandi itu hanya ada angel

“Eh gan Cepet masuk” Ucap Seorang Pemuda yang bisa di bilang tampan,Menyuruh temannya masuk di sebelah toilet angel

“Sabar Bro” sahut temannya yang dipanggil 'Gan' Berjalan mengendap endap Dan Mulai memasuki Toilet Di sebelah angel

“Sini za masuk” Ucap Morgan Mengajak reza masuk kekamar mandi di sebelah angel tadi,saedangka angel hanya menahan nafas....

“Oh MY god Siapa Mereka?Kenapa Masuk Toilet Perempuan?Apa mereka tak bisa baca Tulisan di depan toilet ini 'Toilet women' Apa mereka MAHO?? ” Batin angel kacau memegang jantungnya dengan kedua tangannya nya dan Mulai mengatur nafasnya

“Gue udah ga sabar Nih gan Nunggu Cewe-Cewe Yang abis olahraga ganti baju” Ucap seorang pemuda sambil terus ketawa cekikikan

“Sama Bro Pasti tubuhnya Beuhhhh sekseh :3” Ucap Temannya , (´̩ ̯`̩ ) Mereka Pikirannya Nakal sekali , Batin angel

“Hey siapa kalian Keluar” Ucap angel mengumpulkan keberaniannya dan berdiri menghadap Pintu toilet yang di masuki kedua pemuda tadi

“Mampus kita gan,siapa tuh” Ucap seseorang berucap pelan,namun masih bisa di dengar angel dari luar pintu

“Yehh gue juga gatau za,keluar yuk” Ucap Morgan Ikut-ikutan panik,dan mulai memegang kenop pintu

“Shutt Nanti kalau dia guru gimana?” Ucap pemuda temannya memukul tangan temannya yang dipanggil "Gan"

“KELUAR” Tegas angel

*Ceklekk* Pintu terbuka

“Oh kakak kelas rupa nya” ucap angel tersenyum lega

“Siapa lo? Ade kelas?nyuruh-nyuruh kita keluar” Ucap temannya

“Lo Kak reza kan? Playboy terkenal di SMA ini” Ucap angel menaikan sebelah alisnya

“Iya,Lo siapa Cantik juga” Ucap reza mendekati angel

“Cih MODUS!” Ucap angel memandang reza

“Apa Lo Bilang? ”Tanya reza Yang sudah Berdiri di hadapan angel

“Lo itu MODUS dasar playboy ” teriak angel di kuping reza

“Lo songong ya,Adek kelas cantik kaya lo songong” Ucap reza menatap Bibir angel,Angel tersadar dan Langsung Menampar Pipi Reza

*PLAKKK

“Aww” Rintih reza Kesakitan karena tamparan angel

“Gue bukan cewe-cewe yang gampang di rayu sama lo ya,Gak Mempan” Tegas angel Mendorong tubuh Reza yang masih memegangi pipi nya

“Weess dek KEEP CALM dong” Ucap temannya mendekati angel

“Lo siapa lagi ? Mau gue tampar juga” Tegas Angel menatap mata teman si reza,Mungkin lebih ganteng pemuda ini daripada reza

“Wesss Selow Dek,Keep calm” Ucap pemuda itu yang kini Sudah berada di depan tubuh angel dan membalas tatapan angel

“Keep calm Daddy Mu soak” ucap angel kesal,dan menatap mata Morgan kesal

“Kau cantik” Ucap Pemuda ini menatap angel dan Membuat angel terpojok,dengan segera ia mengunci angel Dengan kedua tangannya di taruh di sebelah tembok tiap kiri kanan angel

“Maaa....maaauu apa kau ” ucap angel gugup dan masih menatap Morgan

CUP

Morgan Mencium Bibir Mungil angel, Lalu Melumatnya dengan lembut.
Atas perilaku Morgan angel kaget dan Berusaha Mendorong Morgan,Tapi dengan Sigap Morgan Menangkap Kedua tangan angel dan memeluk pinggangnya.
Membuat Tubuh angel dan Morgan Makin Merapat..
Morgan terus Berciuman dengan angel,Reza Yang melihat itu hanya cengo....
Akhirnya Morgan Melepaskan Ciumannya dengan angel

“Lembut banget bibir lu,Makan apa lu? Bibir luu manis banget kaya makan gula 2 Kg dimulut gue” Ucap Morgan Mengelap Bibir angel dengan ibu jari nya

*Plakkkkk
Angel menampar Pipi kiri Morgan

“Berani-berani nya Lo cium Gue,Ngambil First Kiss gue, ini tuh buat orang yang bener-bener gue cintain” Ucap angel marah Dan Mulai berlinang air mata

“Nanti lo bakal Cinta sama gue kok” Ucap Morgan Masih sempat-sempatnya Menggoda angel dan tersenyum Evill

*Plakkkkk
Satu tamparan lagi Menempel di pipi kanan Morgan

“Jangan bicara sembarangan, Dasar Gila!” Ucap angel berjalan ke arah pintu luar toilet perempuan,meninggalkan Morgan dan reza yang sedang mengusap Kedua pipi nya......

*****

“Hiks hiks hiks” Angel menangis berlari ke arah kelasnya,Membuat seluruh siswa yang dilewati angel , Bertanya 'Kenapa Anak itu?' Angel tak mengiraukannya,ia hanya lari dan lari menuju kelasnya

“Loh Ngel kamu kenapa?” Tanya felly yang melihat angel duduk di sebelahnya tengah menangis

“Tak apa fel,angel baik-baik aja kok” dusta angel mengusap air matanya dengan Kedua tangan mungilnya

“Yakin kau tak apa?,lalu kenapa kau menangis?” Tanya felly curiga memperhatikan setiap tetesan ajaib air yang keluar dari kelopak mata angel

“Aku tak apa fell,HAAAAAA hiks hiks hiks” Angel kembali menangis dengan suara yang. Lebih sedikit di besarkan

“Eh angel kenapa fell? Lo apain ade gue?” Tanya rafael yang masuk kekelas angel bersama Steffy sang kekasih dan berjalan Menghampiri AngFell

“Hettt ¬_¬ Bukan sama gue angel nangis bang” ucap felly sewot sambil terus merangkul angel

“Abaaanggg hiks hiks” Ucap Angel berdiri dan memeluk Rafael,menenggelamkan Kepala nya pada dada bidang rafael Yang banyak menggumpalkan ABS yang sekseh :3 #AduhMimin-_-

“Balbie kamu kenapa?jangan nangis dong,celita sama kita” Ucap Steffy dengan logat cadelnya mengusap Rambut coklat kayu angel yang masih memeluk sang abang

“Eummm I'M Fine Kak” Ucap angel Mengusap air matanya dengan tangannya dan tersenym ke arah steffy

“Yaudah kamu jangan nangis lagi ya” ucap Rafael menghapus air mata angel dengan kedua tangannya,dan di balas dengan Senyum&anggukan dari angel :)

“Yaudah abang sama steffy ke kelas ya,bayy” Ucap rafael menggandeng tangan steffy keluar kelas angel

******

“Moomyyy Angell pu.......” Ucap angel membuka Pintu rumah nya , namun saat ia ingin melanjutkan Teriakan merdu memanggil Mommy nya ia terhenti karena ada tamu dan ada. DIA (?)

“Angel jangan teriak-teriak dong” Ucap anisa Melihat ke arah pintu melihat putri bungsu nya sedang mematung disana

“Angel ayo duduk sini jangan bengong ” Ucap Bisma Memanggil angel dan Menyuruh angel duduk di sebelahnya, angel pun menuruti perintah daddynya bisma.. Samb il terus memperhatikan orang itu

“Ngel,Masih inget ga sama Tante cherly dan ilham?” Ucap anisa tersenyum ke arah angel dan memperkenalkan tamu tamu nya

“Iya,aku inget Mom” Ucap angel mengangguk dan Menatap Cherly dan ilham

“Angel udah besar ya,tambah cantik dulu terakhir kali tante ketemu kamu,kamu itu cadel dan riang. Banget kalau main sama Morgan” Ucap cherly tersenyum ke arah angel

“Hehehe tante bisa aja” ucap angel tersenyum basi

“Kangen ga ngel sama Morgan?” Celetuk Ilham Membuat Pipi chubby nya memerah

“Cie anak Daddy malu nih” Tambah bisma membuat angel semakin malu....

“AAAAA daddy” ucap angel memukul pelan Lengan bisma

“Nih Morgan nya di sebelah tante” Ucap Cherly Melirik ke arah Morgan yang tersenyum evill ke arah angel

"DEG. Itu Morgan? Dia yang nyium aku tadi di kampus, Gila nih orang kalau bukan morgan temen kecil gue,udah gue tendang nih" Batin angel ingin menangis lagi

“Oh” Jawab angel cuek terhadap cherly

“Rencananya mommy akan jodohin kalian berdua” Celetuk Anisa tiba-tiba

“What??Apa Mom sudah Tidak Waras?” Ucap angel menatap anisa Dan berbicara Tidak sopan

“Angel!” Bentak bisma. Terhadap angel

“Ga apa Bis,Jadi kamu mau ngel?” Tanya anisa sabar tersenyum ke arah angel

“Ga!” Ucap Angel mantap menatap anisa,Angel melirik sedikit ke arah cherly memasang muka sedihnya

“OH GOD belum tentu morgan mau kan?” Ucap angel lagi menatap anisa

“Aku mau kok,kata siapa gamau” celetuk morgan tiba-tiba dengan senyum evill nya dan Mendapatkan tatapan tajam dari angel.

“Jadi Gimana ngel?” Tanya Ilham antusias

“Baiklah paman” jawab angel tertunduk

“Oke pernikahan kalian 1 Bulan lagi” Ucap bisma memberitahu morgan&angel,mendengar hal itu angel langsung berlari ke kamar....

“Angg...angell” teriak cherly bangkit berdiri

“Tak apa,dia hanya butuh istirahat cher” ucap anisa menahan cherly agar tak mengejar angel

“Apa sebaiknya ini dibatalkan saja nis?” Tanya cherly menatap anisa sedih

“Dia mau kok , tak usah di fikirkan” Ucap anisa tersenyum.

“Yaudah kalau gitu pulang yuk sayang” jawab ilham kepada cherly

“Yaudah permisi nis, bis, yuk gan” ucap cherly menuju ke arah mobil. Nya

“Bay Hati-hati” Ucap anisa dan bisma berbarengan

******

“Morning dadd,Mom,bang” Ucap angel menuju meja makan keluarganya untuk serapan

“Morning” Ucap Anibis berbarengan

“Eh ngel cepetan,ditunggu Morgan di depan” Ucap rafael kepada Angel

“Dih,dia ngapain mom kesini ?” Tanya angel menatap Anisa

“Mulai hari ini dia akan nganter kamu ke tempat kuliah,lagian kalian. Satu sekolah kan?” Ucap anisa memotong roti-roti berisi keju dan Mayones. Dan melahapnya menggunakan garpu

“Oh please dadd Mom” ucap angel memasang puppy eyes nya

“Cepet ngel dia kasihan udah nungguin”. Seru bisma

“Ya,what ever~” Ucap angel beranjak pergi dan menuju morgan di mobilnya

“Morning ” Ucap morgan saat angel telah memasuki mobilnya, Namun. Angel hanya mendiamkannya dengan muka juteknya

“Morning angel ” ucap Morgan lagi,namun angel tetap tak menggubrisnya

“Morning sayangku CUP” Ucap Morgan mencium pipi kanan angel. Sontak membuat angel kaget

“Heyy !kenapa kau berbuat itu ?”Tanya angel marah

“Kenapa?kau calon istriku,ngomong-ngomong pipi mu Lucu ya dicium , Wangi ,lembut , dan berstektur kenyel-kenyel hahaha” Ledek morgan sembari tertawa

“Tak lucu” Ucap angel jutek

“Tapi masih enakan yang tengah” Ucap morgan menatap Bibir cherry angel

“Kalau kau macam-macam akan ku lempar dengan Sepatu ku!” Tegas angel

“Baik Nona winata ” Ucap Morgan mulai Menancapkan gasnya,dan Angel hanya mendengus kesal

********

“Ngel pulang bareng yuk” ajak Morgan menghampiri angel

“Tak usah,terimakasih” Ucap angel berjalan meninggalkan morgan

“Pliss” Mohon morgan menahan tangan angel

“Baik Kau tunggu di depan gerbang,aku ke toilet sebentar” Ucap angel jutek terhadap Morgan

“Oke cepat ya” Balas Morgan dan menuju parkiran mengambil Mobilnya.... Tiba-tiba

“Daddy” Ucap Seorang anak kecil dari jauh mungkin sekitar berumur 5 Tahun menghampiri Morgan. Morgan tak menggubris nya Mungkin ia Fikir Anak ini akan ke arah mobil sebelah parkiran Morgan.

“Daddy kok diem” Ucap Anak Kecil itu menarik ujung Baju Morga ketika ia sudah berada di dekat morgan ,Morgan hanya menatap anak itu dan menaikan sebelah alisnya

“Siapa kau?” Tanya Morgan Bingung terus menatap anak kecil ini,kalau dilihat lihat ia cukup Cantik dan Imut

“Daddy Mana Momyy dad?” Tanya anak kecil ini terus menarik baju Morgan

“Dasaar anak kecil, Hey aku bukan Daddy Mu Oke?” Morgan Menggendong anak kecil itu dan mengajaknya berbicara

“Daddy ngomong apa?qilla ga ngelti dad” ucap Anak itu menatap wajah Morgan penuh bingung,Rupa nya anak ini cadel

“Baik akan ku cari orang tua mu ” ucap Morgan Beranjak pergi,namun angel menghampiri morgan

“Gan yukk” Jawab angel mendekati morgan yang masih menggendong anak kecil

“Yasudah ayuk” Ucap Morgan Membukan pintu untuk angel dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kiri nya ia Pakai untuk menopang anak kecil tadi Dalam gendongannya

“Gan itu siapa?” Tanya angel bingung menatap anak kecil yang sedang di gendong morgan

“Ini gatau tadi dia narik baju gue trus panggil gue 'Daddy'” Ucap Morgan melihat ke arah Anak Kecil dalam gendongannya itu

“Bilang aja anak lo” ucap angel sewot kepada morgan.

“Hahh anak?Lo nguring ya?gue ga pernah kaya gitu ngel,gue masih muda” ucap Morgan menatap angel

“Ye banyak kali Orang muda jaman sekarang yang aneh-aneh” Ledek angel kepada Morgan

“Momyy Cepat masuk qilla cudah tepanasan nih,Mommy belantem teyus cama daddy” Ucap Anak Itu marah kepada angel, Angel hanya celingak celinguk Ke kanan dan kekiri , Ia tak melihat wanita lain selain dirinya ( ?)

“Kau berbicara denganku?” Ucap angel menatap anak kecil itu dengan tatapan bingung

“Wah jangan-jangan anak lu ngel” celetuk morgan menatap angel dengan posisi masih menggendong anak kecil itu

“Mommy tenapa sih cama deddy kok kaya nda kenal Qilla,Qilla kan anak daddy sama Momyy hiks” ucap anak itu menangis

“Hey ada apa ini ?” Ucap Seorang polisi menghampiri mereka

“Ini pak , kami rasa anak ini kehilangan orang tua nya” Ucap Morgan menjelaskan

“Daddy kenapa ga ngaku sih cama om ini,daddy udah ga cayang qilla lagi ya?hiks” ucap anak itu kembali menangis sesegukan

“Sebaiknya kita jelaskan di kantor” ucap polisi itu membawa Mereka berdua ke kantor polisi

****

“Baik Orang tua kalian sudah saya telfon, Anda bisa Menunggunya” Ucap Polisi uty menatap angel yang sedang duduk di ruang tunggu

“Selamat siang Pak,Ada apa dengan anak saya?” Tanya ilham,Cherly dan kedua orang tua angel

“Mungkin mereka bisa menjelaskan,saya pemirsi dulu” Ucap Polisi itu meninggalkan mereka

-_-_-_-_-
“Jadi gitu mah" Ucap Morgan terhadap cherly

“Apa kalian melakukan hal itu 5 tahun yang lalu ?” Tanya anisa pada Morgan dan angel

“Momy aku baru ketemu morgan baru ini” Ucap angel menjelaskan

“Yasudah Pernikahan kalian dimajukan. 2 Hari lagi !” Tegas Cherly,yang membuat Morgangel menganga tak percaya....

“Sekarang kalian Berdua siapkan acara,Biar anak ini mommy yang urus” ucap anisa menggendong anak kecil itu yang sedari tadi duduk di pangkuan angel yang asyik bermain dengan Boneka Teddy Bear yang ada di Mobil morgan sebagai hiasan

“APAAAAAA ?” Teriak Morgangel berbarengan dengan muka shock Masih-masih d wajah Mereka

T_B_C
Hayyo Siapa Ya anak itu ?
Kenapa ngaku anaknya Morgan dan angel ?
Tunggu di Cerbung part selanjutnya

Follow : @_Morgangel_
@Hey_Rosi

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)

Selamat sore.
Huft,, Auli hadir lagi nih.
Pengen lanjut yang LMD dulu, yang ngakunya LMDict merapat dong :DYang mau di tag, coment ya, next part pasti di tag in :)
Jangan jadi pembaca gelap !
Jangan lupa di like en di comet dong :)
 
Langsung aja.
 
C
H
O
C
O
D
O
T
H
 
 
 
Cast :
_(namalengkapkamu) as (namapanggilanmu)
_Auliya Intana Mailane as Auliya
_Bisma Karisma as Bisma
_Dicky M. Prasetya as Dicky
_Handi Morgan Winata Tanubrata as Morgan
_Rafael Landry Tanubrata as Rafael
_Rangga Dewamoela Soekarta as Rangga
_M. Reza Anugrah as Reza
_M. Ilham Fauzi as Ilham
 
 
 
_Part1
https://www.facebook.com/notes/auliya-aldhista-dema/love-musical-dream-cebung-dh-percobaan-part1/10151601778173553
 
_Part2
   “Mas?”, panggil Auliya pada salah satu waiter.
   “Iya, mba’.”, jawabnya.
   “Mas? Cowok yang abis nyanyi itu siapa?”, tanya Auliya.
   “Itu namanya Mas Rafa, mba’.”, jawabnya.
   “Kalau yang main piano?”, tanyamu.
   “Mas Morgan.”, jawabnya.
   “Mereka sering ya nyanyi di sini?”, tanyamu lagi.
   “Setiap hari mba’ tapi kalau malam aja.”, jawabnya.
   “Mmm,, makasih ya mas. Maaf ganggu kerjanya.”, ucap Auliya tersenyum. Pelayan itu hanya tersenyum dan pergi.
===
   “Uhuk,, uhuk,, ibu tolong panggilkan anak-anak kita.”, perintah seorang suami kepada istrinya.
   “Iya pak, tunggu sebentar ya.”, jawab wanita lalu pergi kekamar anak-anaknya.
   “Kenapa pak manggil kita?”, tanya salah anaknya.
   “Kalian bisa gantikan bapak kerja di rumah tuannya bapak?”, tanya pria paruh baya itu. Kedua anaknya saling tatap.
   “Bisa kok pak. Bapak istirahat aja, bapak pulihkan aja dulu kesehatan bapak.”, saran salah satu anaknya.
   “Kalau gitu, makasih ya. Kalau gini bapakkan jadi tenang.”, ucap sang ayah tersenyum.
 
---
 
   Pagi hari menyapa, namun kamu masih sibuk dengan alam mimpimu. Sedari tadi alarm sudah bercuap-cuap, namun sedikit pun kamu tak merasa terusik.
   “Busett, nih anak masih tidur apa mati sih? Sudah nyala dari tadi juga alarm nya, masih aja belum bangun.”, omel salah satu sahabatmu.
   “Ya elah, Bis, loe kan juga kayak gitu. Kalau di bangunin juga susah.”, ucap sahabatmu yang lainnya memasang wajah datar. Yang di panggil Bis tadi hanya nyengir. Yap itu adalah Bisma.
   “Huft,, (namamu) bangun. Nanti kita terlambat.”, ucap Auliya membangunkanmu.
   “Masih ngantuk gue Butet, 5 menit lagi ya.”, jawabmu ngelantur.
   “Buahahahaha,,”, tawa Bisma karna mendengar kamu menyebut Auliya dengan Butet, pembantu rumah ini.
   “(NAMAMU) BANGUNN!! GUE BUKAN BUTETTT !!”, amuk Auliya :D
 
   “(namamu), Pak Fendi lagi sakit.”, ucap Om Adit, papa kamu. Orang tua, kamu, Bisma dan Auliya, sekarang lagi sarapan.
   “Terus kita gak ada supir dong pa?”, tanyamu.
   “Ada kok. Pak Fendi di gantikan sama anak-anaknya. Mungkin datangnya nanti siang.”, ucap Tante Laras, mamamu.
   “Oh ya, sayang, kamu masih ingat gak sama sepupu kamu yang namanya Vita?”, tanya Om Adit.
   “Ingat pa. Yang sengak binti nyebelin itukan?”, ucapmu.
   “Ssttt,, sayang sama sepupunya juga gitu.”, tegur Tante Laras.
   “Mama, dia itu emang nyebelin banget.”, keluhmu.
   “Sudah-sudah jangan di bahas. Insya Allah hari ini sampai seterusnya dia bakal nginep di rumah kita.
   “Apa pa?!”, kagetmu sampai menggebrak meja.
 
   “Sudah napa (namamu), gak usah ngomel terus! Gue pusing denger loe ngomel.”, keluh Auliya. Sekarang kamu, Bisma dan Auliya di mobil menuju ke kampus.
   “Abis gue sebel Ya. Masa’ Vita mau tinggal di rumah gue.”, keluhmu.
   “Sama saudara juga gak boleh kali kayak gitu.”, nasehat Bisma.
   “Tap,,,”, ucapmu terpotong, karena I-Phone mu bergetar. Kamu langsung menjawab panggilan itu.
   “Hallo om?”, kamu.
   “...............................”, Om Han.
   “Gak ada sih om.”, kamu.
   “...............................”, Om Han.
   “Emm,, iya deh om.”, kamu.
   TUT!! TUT!!
   “Guys, nanti temani gue kekantornya om gue ya.”, ucapmu.
   “Iya, asal loe jangan ngomel lagi.”, sindir Auliya.
===
   Kamu, Bisma dan Auliya sudah pulang dari kampus. Sekarang kalian ada di Home Music milik Om Handoko atau sering di sapa Om Han.
   “(namamu), gue baru tau loh om loe ternyata yang punya Home Music ini.”, kagum Bisma. Kalian sedang menunggu di lobby.
   “Iya dong om gue gitu. Nanti juga gue pengen Home Music kayak gini.”, ucapmu, Bisma dan Auliya hanya manggut-manggut.
   “(namamu).”, panggil Om Han.
   “Om Han.”, ucapmu mencium tangan Om Han dan di ikuti dengan yang lain.
   “Ayo, ngomongnya di ruangan om aja.”, ajak Om Han.
 
   “APA BOYBAND?!”, kagetmu, Bisma dan Auliya bersamaan, setelah mendengar Om Han akan mengadakan Audisi Perncarian Boyband.
   “Om gak salahkan? Boyband udah gak jaman.”, tanyamu.
   “Siapa bilang gak jaman (namamu). Itu ada One Derection.”, ucap Auliya. Emang waktu itu di Jakarta belum ada yang namanya boyband atau girlband.
   “Iya (namamu). Lagian om tu pengen menghidupkan lagi nama-nama boyband dan girlband yang udah tenggelam, biar di kenang juga sih. Apa kalian gak bosen selama inikan musik Indonesia di domisi sama band-band Melayu aja.”, jelas Om Han.
===
   Setelah dari kantornya Om Han, kamu, Bisma dan Auliya pulang, namun kalian pulangnya kerumahmu.
   “Kita nanti malam bikin iklan yah?”, tanya Auliya.
   “Iya.”, jawab Bisma.
   “Gue mau kebelakang dulunya. Kalian mau nitip apa?”, tanyamu.
   “Terserah.”, jawab Auliya dan Bisma berbarengan. Kamu langsung ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan ringan.
   Kamu sudah mengumpulkan beberapa minuman kaleng dan beberapa makanan ringan yang kamu ambil dari dalam lemari es. Namun saat kamu hendak kembali ke ruang tamu, kamu mendengar suara orang yang sedang mengobrol. Karena kamu tak mengenal suara mereka jadi kamu sedikit takut, kamu sudah bersiap dengan sapu di tangan.
   “Bang rumah gede ya, beda banget sama rumah kita.”, ucap pemuda bertubuh lebih besar dari yang di ajak omong.
   “Iyalah de’, inikan rumahnya majikan bapak kita, jelas besar dan bagus.”, jawab sang kakak.
   “Kalian maling ya?! Maling!! Maling!!”, ucapmu memukuli adik_kakak itu dengan sapu. Yang di pukul hanya merintih kesakitan :D
   “Non, stop lah non! Janganlah kau pukul-pukul abang-abang gantengku ini.”, larang Butet, dengan lugat Sundanya eh salah Batak maksudnya :D
   “Tet tapi mereka ini maling.”, kekehmu.
   “Bukanlah non. Mereka ini anak-anaknya Pak Efendi. Cobalah kau tengok, muka mereka mirip to.”, jelas Butet. Kamu memperhatikan wajah 2 orang pemuda yang barusan kamu pukuli.
   “Eh, iya mirip. Hehehehe,, Maaf ya.”, ucapmu meminta maaf.
   “Iya non (namamu), gak papa.”, jawab sang kakak.
   “Gak usah panggil non, panggil aja nama.”, suruhmu.
   “Tapi kami gak enak sama tuan.”, jawab sang adik.
   “Emm,, terserah kalian deh. Nama kalian siapa?”, ucapmu.
   “Saya Reza, ini adik saya Ilham namanya.”, ucap Reza.
 
   Malam hari di rumahmu. Kamu, Bisma dan Auliya sibuk membuat formulir dan iklan.
   “Akhirnya selesai juga.”, ucapmu sambil rebahan di ranjangmu.
   “Jadi, kita bisa kan besok nyebarnya di kampus?”, tanya Bisma.
   “Bisa dong.”, jawabmu.
   “Bis, kenapa loe gak ikut aja? Kan kalau loe menang, lumayan juga kita punya teman artis.”, ucap Auliya.
   “Iya Bis. Loekan bisa mainin alat musik macem-macem, loe juga jago breakdance, suara loe juga serak-serak becek gimana gitu. Ikut aja gih.”, ucapmu menyetujui ucapan Auliya.
   “Emm,, gue pikir-pikir dulu lah. Belum bilang mama juga.”, jawab Bisma.
   “Kira-kira banyak yang ikut gak ya? Sekarangkan musik lagi rame-ramenya tuh lagu-lagu Melayu.
   “Yah optimis ajalah.”, jawab Bisma.
   “Emm,, gue kayaknya ada 3 peserta deh. Moga mereka mau ikut.”, ucap Auliya.
   “Siapa?”, kepomu.
   “Emm,, ada deh. Gue minta 3 lembar ya formulirnya. Gue pergi dulu. Bay.”, ucap Auliya pergi meninggalkanmu dan Bisma.
   “Anak itu makin lama, makin aneh deh Bis.”, ucapmu.
 
---
 
   Esok harinya, di kampusmu. Kamu, Bisma dan Auliya baru selesai membagikan selembaran iklan audisi boyband tersebut.
   “Gue mau beli minum dulu ya untuk kalian.”, izin Bisma. Kamu dan Auliya hanya mengangguk.
 
   “(namamu).”, panggil gadis cantik kepadamu. Kamu dan Auliya mencari dari mana sumber suara itu.
   “Kayaknya ada yang maggil suara loe?”, ucap Auliya.
   “(namamu)!”, ucap gadis itu tepat di belakangmu. Kamu dan Auliya menoleh, ternyata itu,,,
   “Vita?”, kagetmu.
   “Iya. Loe kok masih temanan aja sih sama cewek ini?!”, ucap Vita menunjuk Auliya. Yang di tunjuk menatap Vita tak suka.
   “(namamu), gue kulitin aja yah sepupu loe ini!”, bisik Auliya padamu. Kamu memberi kode kepada Auliya untuk bersabar.
   “Dia emang sahabat gue, masalah gitu buat loe.”, jawabmu.
   “(namamu), Ya, ini minumnya.”, ucap Bisma memberikan 2 botol air mineral kepada kamu dan Auliya.
   “Loe Bismakan? Masih cungkring aja loe.”, ejek Vita.
   “Loe Vita kan? Badan gue ini, kenapa loe yang repot coba.”, ketus Bisma.
   “(namamu), Bis, nanti mau gak nemani gue kesuatu tempat?”, pinta Auliya.
   “Mau kemana?”, tanyamu.
   “Ada deh, temanin ya, please?”, pintamu dengan puppy eyes nya.
   “Iya deh.”, pasrahmu dan Bisma. Auliya tersenyum penuh kemenangan.
===
   Kamu, Bisma, Auliya dan Vita, berjalan susah payah melewati rumah-rumah kumuh, di daerah perkampungan di Jakarta. Sedari tadi Vita tak ada habisnya mengomel karena di sana bau dan kotor.
   “Huaa,, baju gue!!”, amuk Vita saat ada anak kecil yang tak sengaja menumpahkan es krim ke baju Vita. Auliya dan Bisma cekikikan melihat itu.
   “Gue nyesel banget ngikut kalian deh.”, marah Vita.
   “Tadi kan sudah di suruh tinggal di mobil.”, ucapmu pergi mengikuti Auliya dan Bisma. Mau tak mau Vita juga mengikutimu.
 
   Sampailah kalian di sebuah rumah kecil. Terlihat seorang ibu paruh baya sedang menyapu halaman rumahnya.
   “Assalamualaikum.”, salam Auliya pada sang wanita.
   “Walaikum salam. Eh, nak Auliya.”, jawab Tante Sri tersenyum. Auliya mencium tangan tante Sri, di ikuti oleh kamu, Vita dan Bisma.
   “Dicky nya ada te?”, tanya Auliya. Oh, jadi ini rumahnya Dicky dan ibunya Dicky.
   “Ada sebentar yah tante panggilkan.”, ucap Tante Sri, lalu masuk kedalam rumah.
 
   “Ya? Ada perlu apa ya? Sampai datang kemari?”, tanya Dicky saat ia keluar dari rumah sederhananya itu.
   “Aku kesini pengen ngasih ini ke kamu.”, ucap Auliya memberikan selembar kertas kepada Dicky.
   “Formulir Pendaftaran Boyband?”, kaget Dicky.
   “Iya. Aku yakin kamu pasti kepilih. Suara kamu kan bagus.”, puji Auliya.
   “Cowok miskin kayak elo gak bakal bisa deh ikut! Pendaftarannya ajakan harus pakai uang.”, ketus Vita. Anaka siapa sih ini? Pites juga nih. Hehehehe,, :D
   “Bener kata dia, Ya. Aku mana bisa ikut.”, ucap Dicky.
   “Jangan pesimis dulu deh. Emang kalau orang mau maju itu bayang yang ngompori. Kalau kamu kepilih, kamu kan bisa bayarin pengobatan adik kamu. Kalau masalah uang pendaftaran nanti aku pinjamin.”, ucap Auliya.
   “Tapi dari dulu aku paling takut kalau pinjem uang keorang lain.”, ucap Dicky.
   “Emm,, Gimana kalau besok aku temanin kamu ngamen?”, usul Auliya bersemangat.
   “HAH?!”, kegetmu, Bisma, Dicky dan Vita.
===
   Di perjalan pulang dari rumah Dicky.
   “Gue gak setuju ya Ya, loe besok nemani Dicky ngamen!”, omel Bisma yang sedang menyetir mobilnya.
   “Iya Ya. Mana besok loe kan ada quis, loe gak dapet nilai nanti.”, ucapmu.
   “Mau-maunya sih panas-panasan gitu. Nanti loe jadi item terus bau lagi, iyuhhh!”, timpal Vita.
   “Sudah ngomelnya? Kalau masalah quis kan gue bisa minta susulan. Ini yang namanya perjuangan cinta.”, jawab Auliya santai. Sedangkan kamu, Bisma dan Vita terus mengomel.
===
   Malam hari, di rumahmu.
   Terlihat adik_kakak ini sedang bercanda bersama di dekat kolam berenang. Sesekali Reza ber beat box dan Ilham yang nge dance, Butet pun setia menonton mereka. Diam-diam kalian kamu mengitip Reza, Ilham dan Butet. Kamu punya ide untuk mengikutkan Reza dan Ilham untuk ikut audisi.
   “Wah, ternyata kalian bisa nge dance dan beat box ya?”, ucapmu yang tiba-tiba nongol.
   “Eh, non. Bisa sih sedikit-sedikit, belajar sama teman di sekolah.”, jawab Reza.
   “Kalian ikut audisi mau gak? Hadiah lumayan. Nih kalau ikut di isi ya formulirnya.”, ucapmu memberikan 2 lembar formulir untuk Reza dan Ilham. Reza dan Ilham jadi saling tatap.
===
   Kediaman keluarga Soekarta.
   “Rangga!! Rangga!!”, panggil sang ayah kepada anak semata wayangnya ini, sebut saja Yudith Soekarta.
   “Pa, sabar pa.”, ucap sang istri, sebut saja Rully Soekarta.
   “Gak bisa ma, papa kan pengennya Rangga itu nerusin perusahaan papa.”, ucap Om Yudith.
   “Iya bisa omongin baik-baik pa.”, saran Tante Rully.
   “Papa, panggil aku?”, tanya Rangga yang menuruni tangga rumahnya.
   “Apa ini?”, tanya papanya menunjukan secarik kertas kepada Rangga. Rangga mengambil kertas itu, ia terlihat kaget.
   “Aduh, gimana bisa sih kertas ini sampai di tangan papa.”, ucap Rangga dalam hati.
   “Jawab Rangga!!”, desak Om Yudith.
   “Emm,, ini, punya temen aku pa. Dia mau ikutan audisi boyband.”, bohong Rangga.
   “Jangan bohong Ga!!”, ucap Om Yudith.
   “Sayang kamu jangan bohong dong sama kami. Mama setuju-setuju aja kok nak.”, ucap Tante Rully lembut.
   “Bener ma?”, senang Rangga.
   “Mama kamu setuju tapi papa enggak! Kamu papa sekolahkan di jurusan bisnis, biar bisa gantikan papa jadi derektur, bukan untuk jadi penyanyi atau artis!”, ucap Om Yudith.
   “Pa, dari awalkan yang maksa Rangga belajar bisnis kan papa. Rangga sama sekali gak pernah tertarik sama dunia bisnis pa. Hidup Rangga cuma di seni! Papa setuju atau enggak Rangga akan tetap ikut audisi ini. Rangga akan buktikan ke papa, Rangga akan sukses di jalan Rangga sendiri!”, ucap Rangga lalu pergi dari rumah mewah itu.
===
   Kamu sedang sibuk mengetik sesuatu di keyboard laptopmu. Kamu sedang membuka akun twitter mu.
   @(acc neme your twitter) : Hari terasa panjang, setelah mengetahui, orang yang di cinta, mencintai orang lain. Cukup tau dan diam aja :’)
   Setelah mengetik itu, kamu langsung meng logout twitter mu dan memikirkan kejadian yang baru terjadi.
 
FLASHBACK
   Setelah kamu memberikan lembaran itu kepada Reza dan Ilham, kamu duduk di teras rumahmu.
   Kamu duduk sambil bernyanyi-nyanyi kecil, tak lama Bisma datang sambil menenteng gitarnya. Bisma nampak berjalan kaki menuju rumahmu, karena rumah kalian yang emang bersebelahan.
   “Kenapa mas malem-malem kemari?”, tanyamu setelah Bisma duduk di sebelahmu.
   “Orang tua gue bolehkan gue ikut audisi itu.”, ucap Bisma, namun ia nampak murung.
   “Bagus dong. Seharusnya loe seneng.”, ucapmu.
   “Tapi ada yang bikin gue gak semangat.”, jawab Bisma.
   “Hah? Apa yang buat kamu gak semangat?”
   “Dicky. Auliya sukakan sama Dicky.”
   “Terus apa salahnya kalau Auliya suka sama Dicky?”
   “Gue suka sama Auliya, (namamu).”
   DEG !!
   Entah apa yang kamu rasakan saat ini yang jelas rasanya jantungmu akan remuk. Sekuat hati kamu membuang perasaan itu jauh-jauh.
   “Hahahaha,, loe pasti bercandakan Bis? Auliyakan udah sahabatan sama kita udah lama banget.”
   “Gue gak tau (namamu). Gue gak suka waktu Auliya selalu membantu Dicky. Gue juga gak tau sejak kapan gue suka sama Auliya. Pokoknya besok waktu Auliya dan Dicky ngamen bareng gue mau ikut!”
FLASHBACK OFF
 
   “Yak ampun, kenapa sih kejadian itu selalu gue inget! Please lupain (namamu)! Ah, rese’ banget sih!”, omelmu.
 
---
 
   Waktu menunjukan jam 8 pagi. Dicky sudah ada di depan rumah Auliya, mereka akan mulai ngamen.
   “Auliya!”, panggilmu. Di sebelahmu sudah ada Bisma.
   “Loh, kok kalian kesini? Kalian gak kuliah apa?”, tanya Auliya.
   “Kita mau bantuin loe sama Dicky ngamen. Kita bolos dan loe kan jug,,, emm,, emm,,”, ucapmu terpotong karena Auliya langsung membekap mulutmu.
   “Ssstttt,, diam-diam aja napa kalau gue bolos. Kalau Dicky tau gue bolos, dia bisa marah sama gue.”, bisik Auliya lalu melepas bekapanmu.
   “Iya-iya, maaf gue keceplosan.”, ucapmu.
   “Kita berangkat sekarang aja ya.”, ajakmu mengalihkan pembicaraan.
 
   Kalian berempat sudah keberbagai tempat, dari rumah makan sampai jalanan. Terlihat Dicky lebih memperhatikan kamu ketimbang Auliya, itu sukses membuat Auliya badmood.
   Matahari sudah meninggi dan cuaca pun terasa panas. Auliya menyerah, ia duduk di bawah pepohonan yang rindang bersama Bisma. Kamu dan Dicky terus mengamen.
Kamu pencuri, pencuri hatiku

Kau bawa lari separuh jiwaku

Kamu pencuri, pencuri hatikuTak ada lagi yang sehebat dirimu

Ternyata aku tak bisa hidup 

Tanpa cinta dari kamuKau sungguh-sungguh curi hatiku
   Itu sepenggal lagu yang kamu dan Dicky nyanyikan.
 
   Kamu, Dicky, Bisma dan Auliya sudah ada di salah satu warung makan dekat tempat kalian ngamen tadi. Bisma sekarang lagi memesan makanan, kamu pergi ke toilet, jadi tinggal Auliya dan Dicky.
   “Ya mau nanya, boleh?”, ucap Dicky.
   “Ya bolehlah Dick.”, jawab Auliya.
   “(namamu) sudah punya pacar belum?”, tanya Dicky. Auliya kaget dengan pertanyaan itu, namun Auliya tetap mencoba santai.
   “Emm,, kenapa kamu nanya gitu Dick?”, tanya Auliya.
   “Aku,, aku suka sama (namamu).”, jawab Dicky sambil nyengir. Auliya menjadi diam seribu bahasa.
   “Tapi mana pantas sih aku sama (namamu). (namamu) cantik, baik, kaya lagi, sedangkan aku.”, sambung Dicky. Walaupun sakit Auliya tetap mencoba tersenyum di depan Dicky.
   “Kan aku sudah pernah bilang sama kamu, kamu gak boleh pesimis gitu. Gimana kalau aku bantu kamu dekatin (namamu), (namamu) belum punya pacar kok dan dia gak pernah mandang orang dari fisiknya.”, jelas Auliya tersenyum, namun dengan senyum miris.
   “Beneran mau bantu aku? Kamu emang sahabat aku banget Ya.”, girang Dicky.
 
 
Hatiku cuma ada satu, sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi, nanti aku bisa mati
Cintaku cuma sama kamu, sayangku cuma untuk kamu
Tolong jangan hancurkan lagi, nanti aku bisa mati
 
---
 
   SKIP!!
   Hari ini di mana audisi akan di adakan. Banyak sekali para pemuda-pemuda tampan dan berbakat mendaftar. Kamu dan Auliya menjadi panitia di audisi itu.
   “Banyak yang daftar ya. Bisma mana ya?”, katamu kepada Auliya.
   “Iya. Gak tau. Mungkin masih antri kali ya.”, jawab Auliya.
 
   “Auliyakan?”, tanya pemuda sipit.
   “Rafael? Gue kira loe gak bakal ikut audisi ini.”, kaget Auliya.
   “Pertamanya sih gitu. Sebenarnya gue ngikut aja, nih Morgan ngajakin.”, jawab Rafael.
   “(namamu), inget mereka gak? Penyanyi cafe waktu itu. Gue minta 3 formulir kemaren untuk Rafael, Morgan dan Dicky.”, ucap Auliya mengingatkanmu.
   “Oh, ingat-ingat. Rafael sama Morgan kan? Gue (namamu).”, ucapmu memperkenalkan diri.
   “Gue sama Rafael mau antri dulu ya.”, izin Morgan.
   “Good luck ya.”, ucapmu dan Auliya bersamaan, Rafael mengacungkan jempolnya dan tersenyum, Morgan hanya tersenyum dan mereka pun pergi.
 
   Kamu dan Auliya sedang duduk beristirahat sebentar. Tiba-tiba,,,
   “Non (namamu).”, sapa seseorang.
   “Reza, Ilham? Kalian ikut?”, kagetmu.
   “Iya dong.”, ucap Ilham bersemangat.
   “Auliya, kenalin nih, Reza sama Ilham.”, ucapmu memperkenalkan Reza dan Ilham kepada Auliya. Auliya tersenyum.
   “Auliya :).”, ucapnya.
===
   Di ruangan tunggu. Seorang pemuda tampan berpipi chaby itu sibuk menghafalkan sebuah lagu favorite nya. Ia sangat takut jia sampai lupa lirik dan hal sesuatu yang tak di inginkan terjadi.
   “Rangga Moela, dengan nomor peserta 131, silahkan tunjukan bakatmu.”, ucap salah satu panitia. Rangga sangat terlihat gugup.
   “Gak boleh gugup Ga! Loe harus buktiin ke papa, kalau loe bisa maju walau sebagai public figure.”, guman Rangga, lalu ia menarik nafasnya dalam-dalam. Ia pun masuk ke dalam ruang penjurian dan,,,
 
 
 
 
Gimana part2 atuh?
Masih butuh kritik :) Maaf untuk peran Vita, masih dikit dialognya, next part di usahain deh banyak :)
 
Kamu suka Bisma, Bisma suka Auliya, Auliya suka Dicky dan Dicky suka kamu?Wah", apa"an ini. Hohohoho,,Ada 7 pangeran tuh yang ikut audisi, kira" keterima gak yah?*mikir keras*Penasaran?Next or end?!

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Guys, kamu pengen punya pacar yang mirip siapa sih? ;)

ICHA TITA

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
GAPO

Raflatahugs:
Rangganizer:
Morganous:200
Bismaniacs:
Fannadicky:100
Rezalways:
Ilhamfever:

pertanyaan 4-10 : siapa nama lengkap REZA SMASH ????

Point: 100
coment jawaban komunitas
1TT

Min*Nda

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Transfer Energi Positif Waskita Reiki malam ini Jam 22.00. Siapkqn mulai sekarang, cukup posting nama kota, awali Pk (Kecerdasan) P (Penyembuhan). Semoga semua peserta TE yang saat ini sehat semakin sehat dan yang sedang sakit cepat sembuh. Aamiin.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Selamat malam :)
Nah biar tambah kenal, Absen dulu ya

Nama :
Umur :
Kerja/Sekolah (di) :
Kota :
Petuah :

***
siapa tau kan tetanggaan --> bisa bersilaturahmi.. ^_^v

#Nudi

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
nonton yu.....???
Rini Rezkyta N. Yahman, Alika Kika Damayanti, Rita Octha AP, Azz Loverz, Upatt' Ferguson, Muhammad Reza Ns, Irna Angriani, Aditya Dwi Anugrah, Syaifullah Iam Fulla, Ervanna Aprilia, @ani marni

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)

Udah pada kencan sama Merva ya? :|
Author malah udah kencan sama Bisma lho :p
 
Yang di italicized (dicetak miring) itu diambil dari quotes yak. Inget yak itu diambil dari quotes!
 
 
 
***
 
“Manusia tau bahwa ia akan mati, tapi mereka hidup seperti mereka tidak akan pernah mati. Sama kayak Bisma Va, ngga punya prinsip hidup sama sekali. Dengan mudahnya dia mencampakkan kamu. Hh Kakak ngga habis fikir sama sifat Bisma selama ini.” Reza
 
“Udah Kak jangan ngejelekin Bisma terus. Semua manusia pasti lalai. Mungkin Bisma terlalu terobsesi dalam keinginannya. Dia kan juga manusia Kak, dia pasti punya pilihan dalam hidupnya. Pilihannya ya Tasya itu.” Merva
 
“Stopp Va, jangan belain Bisma terus. Bisma itu salah. kamu ngga boleh belain dia terus! Kamu jangan mau Va harga diri kamu di injak-injak sama Bisma. Ayolah Va come on, Bisma itu udah tega ke kamu.” Reza
 
Merva sama sekali tak menanggapi ucapan Reza. Merva lebih fokus membereskan baju-bajunya yang ia pack. Mau kemana Merva? Merva akan tinggal di apartemen Reza
 
“Va, Kakak serius. Ucapan Kakak ngga main-main Va. Kamu itu strong. Tunjukin kemampuan kamu ke Bisma. Kamu bisa melakukan semua yang kamu mau tanpa Bisma.” Reza
 
“Maksud Kak Reza? Kakak nyuruh Merva balas dendam ke Bisma? Ngga mungkin Kak. Merva ngga mau. Ada seseorang yang kucintai. Dia yang pertama dalam hidup ku dan untuk sisa hidupku, dia akan menjadi satu-satunya. Bisma itu pilihan Merva Kak. Jangan pernah paksa Merva untuk balas dendam ke Bisma. Cukup udah Kak, sampai di sini aja pertikaian ini. Lagipula Bisma juga udah bahagia sama Tasya.” Merva
 
“Kakak ngga pernah bilang ataupun nyuruh kamu buat balas dendam ke Bisma. Kamu sendiri yang menyimpulkan seperti itu. Dan satu lagi Va, Bisma itu ngga bahagia. Dia nyari kamu.” Reza
 
DEG!!
 
Merva menghentikan aktifitasnya. Kaget, senang, sedih mendengar ucapan Reza. Bisma mencari Merva. Omeigat really? Ada perasaan senang karna itu tandanya Bisma masih peduli pada Merva. Ada perasaan sedih juga, karna ini sudah sesuatu yang biasa dilakukan Bisma ketika Merva pergi. Jadi Merva sudah hafal benar bagaimana sifat Bisma
 
“Va tau ngga kenapa Mama sama Papa kamu ngasih nama kamu Merva Yesta?” Tanya Reza. Merva menggeleng
 
“Merva itu singkatan dari Merry dan Vano. Maksud Tante Merry memberikan nama gabungan itu adalah agar kelak jika kamu menikah, kamu akan bahagia bersama suami kamu. sama kayak pernikahan mamah sama papah kamu. Bahagia. Dan nama Yesta sendiri di ambil dari nama belakang Mamah kamu artinya supaya kamu bisa menjadi wanita yang berkarir hebat seperti Mamah kamu.” Reza
 
Menangis, sedih. Jelas! Bagaimana tidak menangis dan sedih? Tiba-tiba saja Reza mengatakan seperti itu. Menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis dan menjadi wanita berkarir? Itu hanya ilusi. Nayatanya Merva sekarang hanya menjadi wanita biasa. Bukan wanita karir. Padahal sebenarnya Merva adalah gadis yang pandai, bukan hanya pandai tapi cerdas
 
“Sutt jangan nangis ya. Kakak ngga bermaksud biki kamu sedih. Kakak Cuma ngga mau kamu terus-terusan di rendahin sama Bisma.” Reza memeluk Merva
 
“Jangan takut dengan bayangan mu, itu berarti ada cahaya yang tak jauh dari dirimu berada. Kamu itu bisa Va, bisa wujudtin keinginan orang tua kamu. kamu bisa. Dengan mudah malahan. Kakak ngga pengaruhin kamu sama sekali. Kakak Cuma pengen kamu bahagia Va.” Reza
 
Merva meneteskan air matanya “Merva terima takdir Kak. Udah biarin semua udah terjadi. Bagi Merva, keluarga itu udah suatu kebahagiaan buat Merva. Bahagia itu ngga harus berupa uang kak. Terima semua anugrah dari Tuhan. Merva masih bisa hidup itu sebuah anugrah, Merva bahagia.”
 
“Percuma juga Va hidup tapi menderita. Come on Va!! Come on!! Refres your live. Chage all. You can! Yes  I know you can!! Fighting Va, spirit!!” Reza
 
“Kekuasaan bukan untuk mengorbankan orang lain demi kita, tetapi kekuasaan adalah pengorbanan kita demi mereka yang lemah yang tidak punya kekuasaan. Merva udah kasih itu semua ke Bisma. Udah Kak jangan bahas itu lagi.” Merva menyeka air matanya
 
Pffthh ternyata Merva ini adalah gadis yang sangat keras kepala. Oke fine Reza kali ini mengalah. Namun Reza sudah berjanji jika Reza akan terus meyakinkan Merva jika Merva mampu melakukan semuanya. Merva bisa bahagia tanpa Bisma
 
 
 
***
 
“Aku kangen sama kamu Va.” Bisma meneteskan air matanya
 
“Di dunia ini, ada sesuatu yang tidak dapat dipaksakan. Apakah kamu tahu apa itu? Hal-hal seperti nasib, terlepas dari seberapa keras kamu berusaha untuk meraih, kamu tidak bisa mencengkeram itu. Dan bahkan jika kamu berhasil mendapatkan itu, itu tidak akan tinggal di tanganmu selamanya. Ini semua salah aku. Maafin aku Va.” Bisma mencium bingkai foto Merva
 
“Kemana aku harus cari kamu Va?” lirih Bisma
 
Ini kebiasaan yang sering dilakukan Bisma. Menangis sendirian di kamar Merva. Memeluk semua barang-barang Merva. Mencium foto Merva. Apa itu terdengar lucu? Tidak ini terkesan gila. Huh berat memang rasanya ditinggalkan Merva
 
Drrrtt–drrtt
 
Suara ponsel bergetar itu mengganggu acara nostalgia Bisma. Oke Bisma mengangkat telpon dari orang yang tida Ia kenal? Hey apa maksudnya? Jelas tidak ada nama yang tertera di layar ponselnya. Yang ada hanya nomernya saja .
 
“Hallo..”
 
“…”
 
“Iya benar.”
 
“…”
 
“HAH? Tasya masuk rumah sakit?”
 
“…”
 
“Iya iya saya akan segera ke sana.”
 
Omeigatt kalian senang atau sedih Tasya masuk rumah sakit? maybe you guys look happy, right? I can’t be sure it was.
Bisma segera meraih kunci mobilnya dan buru-buru ke rumah sakit. Untuk chek up? Bukan -,- untuk menemui Tasya tentunya
 
 
***
 
Merva dan Reza sudah sampai di dapartemennya. Cukup mewah memang. Merva bukanlah gadis desa yang akan tekagum melihat rumah mewah. Merva ini kan sudah terbiasa hidup berkecukupan sejak kecil. Dia anak konglomerat
 
“Hidup itu seperti berjudi, selama kau masih memegang chip ditangan, akan selalu ada harapan. Bukan begitu?” Merva tersenyum kepada Reza
 
“Angkat kepalamu! jika kau iri pada mereka maka kau kalah. Tunjukin kepada mereka kalau kamu bisa. You are so the best. If you want. You can do it with easy. I know you can. Yes you can. Don’t be cry. You like a child if you cry and if you give up.” Reza tertawa
 
“Wow. You speak English with good. So nice job. Haha I will give you 85 scores. Haha that’s funny?” Merva
 
“Hey? I don’t realize your mean. Just 85 scores? Haha you lie, you must give me 100 scores. Haha because I’m really do it with good. Very good.” Reza
 
Merva tertawa mendengar ocehan Reza. Lelucon ini memang sering sekali Merva dan Reza gunakan ketika mereka berdua sedang bercanda. Bahkan mereka pernah menggunakan lelucon yang sama ketika Merva sedang bersedih karna ketika waktu kecil dulu Ia di tinggal kedua orang tuanya keluar kota.
 
“Hentikan leluconnya. Aku akan memberitahumu tidak ada yang bisa membujukku untuk menyerah! Karena aku tidak akan pernah menyerah !” Merva menjulurkan lidahnya
 
Reza terkekeh. Baiklah Reza tidak ingin merusak mood Merva. Biarkan Merva tersenyum tanpa harus mengingat seseorang yang bernama Bisma -,- Pfthh diperlukan kesabaran memag untk membujuk seseorang
 
“Uekk..” Merva merasa dirinya ingin mual
 
“Va kamu kenapa?” Tanya Reza panik
 
Merva tidak mengubris perkataan Reza. Merva langsung berlari ke kamar mandi. Reza sendiri masih diam mematung di sana. Sepertinya Reza sedang berfikir. Omeigattt Reza menemukan jawabannya, Ia langsung berlari menyusul Merva
 
 
-Clekk-
 
Merva keluar dari kamar mandi. Wajahnya sedikit pucat
 
“Kamu ngga papa Va?” Tanya Reza. Merva menggeleng
 
“Kamu hamil?” Tanya Reza. Merva hanya dapat mengangguk
 
“Errghhh BISMA lo bikin kesalahan lagi. Arghh gue pengen banget nerkam lo kayak seorang vampire lagi nerkam mangsanya. Arrghh gue benci sama lo!!” Batin Reza emosi
 
“Kak Reza ngga papa kan?” Merva
 
“Eh emh enggak kok. Bisma tau ini Va?” Reza. Merva menggeleng
 
DEG!!
 
Kaget jelas. Reza benar-benar kaget. Bisma tidak mengetahui jika Merva hamil. Omeigat kok bisa? Beberapa pertanyaan mulai bermunculan di otak Reza. Tapi tunggu dulu Reza mulai menyimpulkan sesuatu. Pantas saja Bisma tega melakukan semua ini pada Merva, karna Bisma tidak tau jika Merva sedang hamil. Reza menjamin 85% Bisma tidak mungkin tega menyakiti Merva jika Bisma tau Merva sedang hamil
 
Grebb!!
 
Reza langsung menarik Merva kedalam pelukannya. Di sini yang menangis adalah Reza bukan Merva. Perasaan Reza terlalu peka, Ia mudah sekali menangis. Merva malah tersenyum, Ia bersyukur memiliki Kakak seperti Reza.
 
“Kakak masih cengeng ternyata.” Merva menghapus air mata Reza
 
“Kamu juga cengeng.” Reza menghapus air mata Merva ketika ada air yang menetes dari pelupuk matanya
 
“Kenapa kamu ngga ngasih tau Bisma? Ini penting Va! Apa kamu mau anak kamu terlahir tanpa hadirnya seorang sosok ayah baginya?” Reza
 
“Merva percaya sama apa yang namanya perasaan Kak. Bisma masih punya hati. Pasti Dia bisa ngerasain sendiri. Merva percaya jika ikatan batin antara seorang anak dan ayahnya itu kuat. Merva percaya.” Merva
 
Reza tidak dapat berucap. Ia hanya dapat tersenyum. Bukan karna senang Merva menderita. Tapi karna terharu dengan ucapan Merva.
 
 
 
***
 
“Sya kenapa kamu bisa masuk rumah sakit gini?” Bisma panik
 
“Peduli apa kamu sama aku Bis? yang ada di otak kamu Cuma Merva kan? aku udah terhapus. Jangan terus berpegang pada aku lagi karena aku tidak ingin menyakitimu lagi. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Aku ngga mau kamu terus-terusan nyalahin aku.” Tasya
 
“Aku ngga nyalahin kamu Sya. Aku ngga pernah ngambil kesimpulan kayak gitu. Karna Manusia harus menguasai pola pikirnya, bukan sebaliknya. Kamu tau itu kan? aku ngga nyalahin kamu. justru kalau kamu terluka aku merasa aku adalah bodoh. Sama aja aku melakukan kesalahan yang sama pada 2 orang yang berbeda.” Bisma meneteskan air matanya
 
“Kau tidak bodoh, jadi jangan terlalu keras pada dirimu. Bukan mimpi, jika mimpi tidak akan terasa begitu menyakitkan, setelah mengantarmu baru menyadarinya, seharian tidak dapat melalukan apun dengan baik.” Tasya
 
“Oke aku salah. sekarang terserah kamu mau apa.” Bisma
 
“Aku ngga nuntun apapun dari kamu. aku Cuma pengen kamu tegaskan keadilan. Jangan terlalu lalai dalam membagi kasih sayang. Karna Jika semuanya dapat diselesaikan dengan kata maaf, maka mengapa hukum dan polisi itu ada?” Tasya
 
Diam tak berucap. Bisma, itulah yang ia lakukan saat ini. Huh harus berkata apa dia? Mengelak dari kesalahan? Bukankah itu terlalu munafik? -___-
 
 
 
 
 
 
Continued.
 
 
 
Ciee senyum manis yak ;;)

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Jejaring Sosial Me

Twitter => @mrezanugrah
Twetme => @mrezaanugrah
Blaast => M Reza Anugrah
I Chatting => @mrezanugrah (M Reza Anugrah)

#TosPanci

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
"Diam-Diam Suka" #1
.
.
.
.
.
.
NO COPAS ! Like ! Hrgain yang ngetik :-)
.
.
.
.
Pagi yang cerah wulan pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Wulan : co rafa ayo kta brangkat.
Rafael : iiaa coco ambil kunci mobil dulu yah
wulan : iya cpt yah *lalu wulan mnuju ke meja mkan*
Wulan : pagi ma, pa *lalu duduk*
mama : pagi sayang
papa : tumben kamu bangun pagi.
Wulan : hehe :-D biasa kn hri ini hri senin mau upacara pa
lalu rafael pun dtang
rafael : de' ayo kta prgi
wulan : sip co entar dlu mau srapan sbentar
rafael : iya2 , ma pa rafael prgi k skolah dlu yah
wulan : ayo kak, ma pa wulan pergi k skolah dlu yah
rafael : dsar lu ngmbil kata2 coco tuh :-p
wulan : :p gpp kali co
mama : y ush hati2 yah
wulan : sip ma ;)
lalu wulan dan rafael pun pergi ke sekolah , beberapa jam d perjalanan akhirny nympe jga d skolah wulan.
Wulan : y udh co wulan msuk k skolah slu yah, jgn lp nnti jmput wulan lgi.
Rafael : iiaa sms coco ajh klo coco blm dtang ,
wulan : y udh coco prgi k skolah gi nnti tlat lo ;-)
rafael : y udh dadah "lalu pergi"

NEXT

*dlm klas*
Ocha : heii wulan.
Wulan : heii jga ocha *lalu duduk d smping ocha*
ocha : lan ktany kta duduk entar cwek cwok gitu.
Wulan : what ? Msa sih ? Smoga ajh gue sbangku sm cwok pling kece d kls nhe kecuali bisma karisma.
Ocha : iiaa gue juga kecuali Reza anugrah
tak lama kemudian Firda dan aulia pun datang.
Firda : woii klian lgi ngrumpi'in ap nhe ?
Wulan : idih ma tau ajh lo fir.
Aulia : crita kok gak ngjak2 sih :-(
ocha : y udh gni ajh, kata ny nhe ye kta duduk itt sbngku ny sm cwok gitu nnti guru yg mlihny
firda : yeay horee smoga ajh gue sbangku ama ilham fauzi
aulia : smoga ajh gue sbangku ama dicky M prasetyo
wulan : idih klian ap2'an sih ,

tiba2 ibu vira pun dtang ...

Bersmbung.

Maaf kalo gaje dan jlek. :-)

* KETNER *

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
=JATEJO=

D :Aziz Gagap
I :Reza Anugrah
C :Dicky Prasetya
K :Sule
Y :Rangga Moela

Hayo Blast Apa Jodoh Mu??

Adm.Indri

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Subhanalloh..ternyata dibalik kegagalan/kehancuran terselip Anugrah yg tiada tara dan semua itu dari MU YA ALLOH----Alhamdulilah

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
KEPO

Zodiak kalian apa ???

Me : cancer *adaygsma
You : ???

#nisrina
Folow @nisrina_h29 mentions for follback !!

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Sigeak sm Reza Anugrah melelahkan! Huuuu! PrettyNanda Shafira Syam shared Never Alone Indonesia's photo.

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Hai, owner kembali..

kalian udah pada sholat maghrib belum?

kalau udah kita next, games pencarian pemeran CDH #musuhkupacarku yuk :)

pertanyaan buat yang mau jadi pasangannya Ilham..

Sebutkan minimal 5 Fact tentang Ilham?

yuk dijawab, buat yang mau jadi pasangan Ilham ;)
#Siska

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Sementara waktu fb ini saya istirahatkan dulu.
Karena diblokir semua konten selama 1 bln. Hanya bia update status doang. Selamat sore salam master.

By: All Mondres Screamo'hiper / Plenddoank

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
Menyesal tingkat REZA anugrah -_-

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
semua iya thella off dulu ok yang lajutin biyar reza and satu lagi add facebook reall reza iya Muhammad Reza Anugrah

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)

Selamat sore~



Ohiya Makasih yang udah baca bagian 1-nya, makasih juga buat yang udah kasih Like terutama makasih yang udah komen. Laff deh pokoknya:*


Happy Reading, guys..












***






“Harus dong, aku gak mau jauh dari kamu, aku sayang kamu,Ra.” Jawab Bisma tersenyum.
“sayang Bisma juga.” Balas Kinara mencium kening sahabatnya ini cukup lama..


***






Jam pertama pun dimulai. Bu Rina berjalan pasti memasuki ruangan. Jam yang membosankan menurut Bisma. Hanya dapat diam sambil memperhatikan Bu Rina yang mengoceh tidak jelas. Tak jarang Bisma memasang headset di telinganya, berpura-pura mendengarkan Bu Rina yang mengoceh di depan. Sama halnya seperti sekarang. Bedanya sekarang Bisma meletakkan kepala-nya diatas meja sehingga tidak mengetahui jika dosen killer itu sudah berada didepan.
“Bisma woy bangun, ada Bu Rina noh!” Reza yang berada disamping kirinya sedikit berbisik memberitahu Bisma, tapi sepertinya Bisma takmendengarnya karena telinganya disumpel headset. Reza tiba-tiba menepuk keras kepala Bisma membuat Bisma bangun sambil meringis.
“sakit bego!!!” Pekik Bisma menoyor kepala Reza. Reza Anugrah sahabat Bisma ini hanya tertawa melihat Bisma yang tampak kesakitan.
“ishhh Reza jangan gitu kali… sakit, Bis?” Kinara yang berada disamping kanan Bisma langsung mengusap lembut kepala Bisma yang terkena pukulan Reza.
“udah, gapapa kok.” Bisma menyingkirkan pelan tangan Kinaralalu kembali meletakkan kepala nya di meja. Biasalah penyakit pelajar, ngantuk~




“Selamat pagi anak-anak, duhhh pada lemes gini sih semangatpagi doooong!” Ujar Bu Rina agak keras. Tumben sekali dosen ini memberi semangat, biasanya datang-datang langsung nagih tugas -_-
Bisma masih betah dengan posisinya dan sepertinya Bisma tak mendengar ucapan Bu Rina yang cukup keras ini. Bu Rina menatap jengkel kearah Bisma, mahasiswa yang satu ini memang selalu membuatnya jengkel di pagi hari.
“Bisma!” panggil sekaligus tegur Bu Rina. “Bisma!!” sekali lagi dosen ini menegurnya dengan panggilan yang cukup keras, tapi Bisma masih tak berpaling. “BISMA KARISMA!!!” kali ini tegurannya sangat keras membuat Bisma melepas headsetnya malas-malasan, menatap dosennya dengan datar saola htak terjadi sesuatu. “Jangan keseringan pakai headset dikelas atau nanti hp kamu saya rampas!!!” omel Bu Rina. Kinara tertawa kecil melihat wajah Bisma yang terlihat tak berdosa itu.
“Yasudah. hmm, tahun ini kita beruntung karena mendapat mahasiswi baru yang akan menjadi teman kelas kalian. Silahkan masuk….. Tania.” Tukas Bu Rina. Lalu masuk wanita berkulit putih dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai membuat kecantikannya bertambah. Mata semua mahasiswa yang berada disini seperti terhipnotis, begitu juga dengan Bisma. Mulut Bisma sedikit menganga menatap wanita yang tak kalah cantik dari sahabatnya, Kinara. Bola matanya bergerak mengikuti langkah kaki gadis di depan.
“Cantik.” Gumam Bisma pelan sembari mengukir senyum simpuldi Bibir tipisnya. Walaupun Bisma bergumam pelan, tapi Kinara yang berada disamping Bisma dapat mendengarnya jelas. Gadis cantik ini mendengus kesal karena Bisma mengagumi wanita itu. Menurutnya, Bisma berlebihan. Padahal jelas kalau Kinara cemburu.
“Calon pacar gue.” Kinara menoleh lagi mendengar Reza yang berada disamping Bisma ikut bergumam. Gadis cantik ini mengerlingkan bola matanya,  laki-laki yang berada disini terlalu, lebay!
“Selamat pagi.. Kenalkan nama saya Tania Putri, sayapindahan dari Bandung. Hmm.. semoga kehadiran saya disini dapat melengkapi dan saya berharap kalian tidak terusik dengan kehadiran saya.... terimakasih.” Perkenalan yang sangat singkat tapi berhasil membuat mata lelaki disini berbinar mendengar suara lembutnya.
“Oke Tania, kamu boleh duduk di…… dekat Kinara sana.” Perintah Bu Rina menunjuk kursi di samping Kinara yang kebetulan kosong. Tania tersenyum lalu berjalan menghampiri kursi tempatnya.
“kenapa gak kamu aja yang duduk disana, Ra. biar Tania yang duduk disamping aku.” Ucap Bisma masih memperhatikan Tania dengan senyumnya. Kinara mengacuhkan ucapan Bisma yang membuatnya tambah kesal -_-


Bagi Bisma, ini pertama kalinya ia melihat wanita secantik Tania selain Kinara yang dapat membuat hatinya berdegup kencang dua kali lipat. Biasanya tidah semudah ini Bisma terpikat pada seorang wanita..




-------




Kini di dalam mobil Bisma. Kinara hanya diam mamandangkeluar jendela. Ia kesal karena sedari tadi Bisma terus mengoceh dengan telpon genggamnya, membuatnya jadi kacang saja. Apalagi ditambah kekesalannya tadi pagi saat Bisma memuji mahasiswi baru.
“Bisma!” panggil Kinara. Bisma tak merespon, entah tidak mendengar atau memang pura-pura tidak mendengar -_- Dengan paksa Kinara melepas headset yang ada di telinga Bisma yng digunakan untuk menyambung pada Telpon.
“Apaan sih, Ra?!” Sentak Bisma kesal karena Kinara mengganggu acara ngobrolnya dengan Tania. Tania? Ya, tadi saat jam pelajaran ngampus kelas Bisma kosong, Bisma menyempatkan meminta nomor telpon Tania.
“kamu disini mau anterin aku pulang atau ngoceh sama telpon sih?!” Tanya Kinara dengan nada yang sedikit meninggi lalu pandangannya kembali pada jendela yang berada disampingnya.
Bisma menghembuskan nafasnya kemudian kembali focus menyetir dan hening diantara keduanya, Bisma sudah memutuskan telponnya saat Kinara menyabut headset yang menyumpal kupingnya. Bisma tak ambil pusing dengan kemarahan Kinara karena memang ini bukan pertama kalinya Kinara marah pada Bisma. ‘Nanti juga baik lagi.’-fikirnya.










Sampai di depan rumah Kinara keduanya saling diam-diaman, bahkan Kinara langsung keluar dari mobil Bisma begitu saja tanpa pamit pada Bisma. Bisma mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sikap sahabat perempuannya ini menurutnya terlalu ke kanak-kanakan.
Bisma keluar dari mobilnya, berlari kecil mengejar Kinara. Setelah jaraknya dekat, Bisma menggapai tangan Kinara membuat Kinara menghentikan langkahnya.
“kamu kenapa sih, Ra? Apa lagi salah aku?” Belum Kinara membalikkan badannya, Bisma sudah memberinya pertanyaan.
“capek.” Ujar Kinara singkat tanpa membalikkan badannya, bahkan menatap Bisma pun tidak.
“Liat aku, Ra.” Pinta Bisma lembut. Kinara hanya diam masih dengan posisi yang sama. “Ra, liat aku..” Lagi Bisma meminta Kinara menatapnya.
“Gak.” Sahut Kinara dingin.
Huhh.. Bisma menghela nafas panjang mencoba lebih bersabar menghadapi sikap sahabatnya. Tangan Bisma beralih meraih kedua pundak Kinara lalu memutar badannya, dan dengan cara ini mau gak mau Kinara akhirnya berhadapan dengan Bisma  walaupun pandangan matanya kebawah.
“sejak kapan kamu takut liat aku, Ra?” Tanya Bisma lembut, kedua tangannya masih berada di pundak gadis cantik ini.
Bukan takut menatap Bisma, tapi entah kenapa Kinara seperti terhipnotis oleh tatapan teduh Bisma. Membuat hatinya yang keras seperti batu dapat meleleh begitu saja seperti es, dan membuat amarahya mereda.
“fiuhh~ oke kalo kamu gak mau tatap aku, gapapa.” Bisma pasrah pada akhirnya karena Kinara masih enggan menatap wajahnya.
“jangan marah lagi, Ra.” Lirih Bisma.
“Aku sayang kamu..” Ucap Bisma lagi, pemuda ini menarik tubuh Kinara kedalam pelukan hangatnya.






***






1 bulan berlalu..


Persahabatan Kinara dan Bisma baik-baik saja, berjalan seperti biasanya dipenuhi canda dan tawa diantara keduanya. Namun entahlah bagi Kinara, rasanya sangat berbeda. Menurutnya, hubungannya dengan Bisma sedikit merenggang semenjak kedatangan Tania. Akhir-akhir ini Bisma sering jalan berdua dengan Tania dan lupa akan Kinara. setiap kali Kinara mengajak Bisma jalan, tak jarang Bisma menolak ajakannya dan memilih jalan bersama Tania. Padahalkan Kinara sahabatnya dari dulu -_- makannya sekarang Kinara coba ngehindari Bisma, habisan kesel siih dicuekin sahabat sendiri, yagak?:(




“Ra.” Bisma memanggil nama sahabatnya yang berjalan dengan langkah sedikit cepat seperti sedang berusaha untuk menjauhinya.
“Kinara!” Lagi, dengan nada sedikit keras Bisma memanggil Kinara. Tapi tetep saja, Kinara tak menghentikan langakahnya.
“Kinara Anastasya, bisa berhenti sebentar?” Bisma tak menyerah, ia terus memangil-manggil Kinara agar menghentikan langkahnya. Pemuda ini berlari kecil mengejar Kinara yang tak jauh berada dihadapannya.
Dann… langkah Kinara akhirnya terhenti ketika Bisma berhasil mengejar Kinara dan mengahadang langkahnya dengan tubuhnya.
“kamu pura-pura gak denger atau emang tuli, hmm?” Tanya Bisma s. Kinara menatap Bisma sinis, tak suka dengan ucapan Bisma yang menyebutnya tuli.
“minggir!” Kinara mendorong tubuh Bisma agar perg idari hadapannya. Tapi nihil, tenaga seorang laki-laki lebih kuat dari seorang perempuan. Iyakan?
Kinara mendengus kesal, sahabatnya ini memang keras kepala.
“kamu kenapa sih kaya yang ngehindar dari aku? kamu gak mau ketemu aku, iya? Tapi kenapa? Apa salah aku?” Bisma langsung memberi sahabatnya dengan berbagai pertanyaan.
“Hobi banget perasaan marah sama aku.” tambah Bisma.

“semua itu karena Tania, Ehh…” sepertinya Kinara keceplosan, terlihat jelas ketika Kinara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Tania?” ulang Bisma. Keningnya berkerut heran.
“apa hubungannya sama Tania?” tanya Bisma. Kinara menurunkan tangannya yang berada di mulutnya dan beralih menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Menatap Bisma kikuk.
“Emphh.. nggak.. nggak papa..” Balas Kinara kikuk. Satu sudut bibir tipis Bisma terangkat membentuk seutas senyum. Ia sudah mengerti kenapa Kinara kikuk seperti itu.
“cemburu bilang aja kali, neng.” Ucap Bisma menarik hidung mancung Kinara cukup keras.
“Awwww.. sakit, bisma.” Jerit Kinara menepis tangan Bisma yang menarik hidungnya. Kinara langsung mengusap hidungnya yang berbekas merah karena ulah Bisma.
“Geer ihh, siapa yang cemburu coba?” Kinara mencoba menepis ucapan Bisma tadi
“berbohong itu gak baik, Kinara jelek.” Bisma hendak menarik kembali hidung Kinara, tapi untung saja Kinara cepat menepis tangan Bisma. Mata indahnya melotot tajam pada Bisma, berkacak pinggang seperti ibu yang memarahi anaknya yang nakal.
“berani tarik hidung aku, nihh!” Tangan Kinara mengepal dihadapan wajah tampan Bisma. Bisma tertawa kecil dengan tingkah sahabatnya ini, pemuda ini tak merasa takut dengan pelototan mata Kinara ataupun ancamannya. Menurutnya, Kinara malah terlihat lucu bukan menyeramkan.
“ish nyebelin banget sih.” Gerutu Kinara sebal karena Bisma sama sekali tidak takut ancamannya. “minggir ah, aku mau pulang.” Kinara mendorong tubuh Bisma hingga Bisma hampir terjatuh, tapi untung saja Bisma dapat menjaga keseimbangan tubuhnya.
“Ra tunggu!” Seru Bisma karena Kinara sudah menjauh. Dengan cepat Bisma mengejar Kinara dan tangannya langsung meraih tangan Kinara ,membuat Kinara menghentikkan langkahnya lalu menatap Bisma kesal.
“apalagi sih, bis―ma?” tanya Kinara kesal.
“Ntar sore aku tunggu di taman biasa ya, jangan telat loh.” Ucap Bisma tersenyum manis pada sahabat cantiknya ini, Kinara.
“tapi―”
“gak mau tau, pokoknya harus dateng.” Belum selesei Kinara bicara Bisma langsung menyambar dengan memotong ucapan Kinara.
“Huhh! Iyadeh. Kalo gitu aku pulang duluan ya, Bis.” Ucap Kinara pada akhirnya menerima ajakan Bisma.
“yap. Hati-hati ya, maaf gak bisa anter, ada jam lagi nih.” Ucap Bisma. Kinara tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Bisma mengangkat tangannya lalu diletakkan dikepala Kinara dan kemudian mengusapnya pelan
“Hati-hati ya, Ra. Dan jangan lupa jam 4, aku tunggu loh.” Ucap Bisma lagi lalu pergi meninggalkan Kinara.




-------




Bisma keluar dari kelasnya. Berjalan sambil memutar-mutar kunci mobil di tangannya. Ini dia alasan Bisma tak bisa mengantar Kinarapulang, ada jam kampus tambahan. Sebenarnya Kinara juga ada, hanya saja berbeda jadwal dengan Bisma. Kalian tahu? Jadwal Bisma sama seperti Tania. Dan ini juga yang membuat Kinara bête, kenapa Tania harus sama Bisma sih? Kenapa gak Kinara aja?


Saat akan membuka pintu mobilnya, sebuah tangan lembut menahan tangan Bisma, membuat Bisma mengurungkan niatnya dan membalikkan badannya.
“Tani―a? ada apa?” Tanya Bisma pada sosok perempuan yang ternyata adalah Tania, sahabat perempuannya semenjak satu bulan ini.
“hem, mau pulang, Bis?” Tania malah balik bertanya. Bisma mengangguk pelan.
“kita lunch dulu, mau gak?” tawar Tania. Bisma mengerutkan dahinya lalu menatap arloji ang melingkar di tangannya.
“Lunch? Tapi ini udah jam setengah 4 sore loh, masa namanya lunch.” Bisma memperlihatkan jam yang melingkar di tangannya, yang jarum jam-nya menunjukkan kurang lebih pukul 15.30.
“tapi bagi aku ini lunch karena.. aku belum makan siang. Hehe.” Jawab Tania sambil tertawa kecil. Bisma hanya tersenyum. Sifat Tania tidak beda jauh dengan Kinara, pintar ngeles. Jika Tania tersenyum atau tertawa, Bisma selalu merasakan bahwa ada bayangan Kinara di wajah cantik Tania. Dan inilah yang membuat Bisma menyukai Tania. Hanya menyukai gak lebih~
“mau gak?” Tanya Tania sekali lagi.
“Tapi aku―”
“temenin bentar aja ya, Bis?” pinta Tania. “Plissss..” pintaTania sekali lagi memasang wajah melasnya.
Huhh! Bisma tak tahan jika melihat wanita memasang wajah seperti itu. Akhirnya, kepalanya mengangguk pelan mengiyakan permintaan Tania. Senyum manis langsung mengembang di bibir Tania.
“yuk.”
“tapi jangan lebih dari setengah jam. Aku ada urusan soalnya.”  Ujar Bisma mengingatkan.
“iyaaa, Bisma bawel.”











Sementara itu di Taman yang biasa dua sahabat ini kunjungi untuk bermain-main, tampak gadis cantik duduk di sebuah kursi panjang yang mungkin hanya muat untuk dua orang saja. Kepalanya celingak-celinguk seperti mencari seseorang.
“bisma mana ya? Katanya jam 4.” Gumamnya. Kalian pasti tahu, gadis ini Kinara.
Kinara menatap arloji yang melingkar di tangan mulusnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.20, itu artinya Kinara sudah 20 menit menunggu Bisma disini. Tapi Bisma tak kunjung datang juga, membuat hatinya gelisah. Tak seperti biasa Bisma telat selama ini. Mana langit udah mulai mendung lagi.




-------








Bersambung..


Suka bingung sendiri, inituh cerpen apa cerbung? Kok adapartnya haha-_- mau disatuin, kepanjangan, jadi aku potong ajadeh, mungkin jadi3 bagian, eh masih mungkin lohh ._.
Maaf ngaret, aku lagi UTS jadinya harus focus sama UTS dulu;’)


Makasih udah baca, maaf masih banyak kekurangannya.



Komen yaaa, 3 orang komen terpanjang, aku tag next part ;)







-Respia-




Yuri as kinara;3

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
My acc fb this is real "Muhammad Reza Anugrah" Email : @reza_bboy94@yahoo.com , linknya di Komentar yaw :-) FB yg lain PALSU ! * (@mrezanugrah)

Posted: Dec 31, 1969 (05:00:00 PM)
BBH ID CARD
Ada yang mau dibuatin ID CARD? Kalo mau isi :
Nama :
Komunitas :
Foto :
Warna :

Untuk 2 tercepat dulu ya :)

adm8
#MissCharmingTyas
@SMASH_One7
@Pristiningtyas






comments powered by Disqus

(C) 2012 World Life Networks, LLC | Contact & Support | FAQ | Advertise

API: Archiver API

Member Sites: Animals I Love | Archiver | Birthplace | Cab Dialer | Life Social | QR Maker | VBX Connect | What's Public | Public IP | TXT by E | Noozly | Restate It | Web Navigator | Secure Password Maker | Current Time | Appaholic | If You Will It Jobs | Grocery Deals | 2 Things I Love | Things You Say To Your Best Friend

Member Content Sites: She Look Dumb | Stuff My Mom Texts

Sites You Should Visit: Biz Scrambler | Apps Over Easy Inc. | Website Thumbnails by PagePeeker.com

If you would like more information about your choices as it relates to advertising and behavioral targeting, Click here

Creative Commons License

Information provided in part by Status.net sites and Identi.ca.
Status.net and Identi.ca content and data are available under the Creative Commons Attribution 3.0 license.
Definitions and suggestions






loading...